• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Annual Meeting IMF-WB 2018

Butuh Dana Swasta untuk Pembangunan Proyek Hijau

Ade Hapsari Lestarini - 11 Oktober 2018 18:58 wib
Director General of Global Green Growth Institute (GGGI) Frank
Director General of Global Green Growth Institute (GGGI) Frank Rijsberman. Dok; GGGI.

Nusa Dua: Pengimplementasian pertumbuhan proyek hijau di Indonesia harus didukung oleh pendanaan yang kuat. Bukan saja dari pemerintah dan asing, namun juga swasta.

Demikian disampaikan Director General of Global Green Growth Institute (GGGI) Frank Rijsberman, dalam diskusi Low Carbon Development and Green Economy, di paralel event Annual Meeting IMF-World Bank 2018, di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Kamis, 11 Oktober 2018.

"Namun pendanaan swasta membutuhkan dukungan kerangka kebijakan untuk meminimalkan risiko investasi dalam proyek inovasi hijau," ungkap dia.

Dia menuturkan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai institusi dan pemimpin global serta sektor swasta yang berkomitmen pada pertumbuhan hijau.

Tentunya, lanjut dia, hal ini akan membawa perubahan signifikan bagi Indonesia demi masa depan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih sejahtera.

LCDI Commissioner and Cochair of the Global Commision on the Economy and Climate Lord Nicholas Stern menambahkan bahwa dunia kini tengah dihadapkan pada realitas pertumbuhan rendah karbon.

"Ini sangat baik bagi lingkungan juga ekonomi. Indonesia tidak membuang-buang waktu dalam mengejar keuntungan ekonomi dan sosial yang bisa dihasilkan dari langkah yang berani," ujar dia.

Menurutnya, LCDI menjadi sebuah contoh kuat dan efisien bagi seluruh dunia tentang bagaimana suatu negara dapat meningkatkan kehidupan dan taraf penghidupan warganya dengan menjaga lingkungan untuk masa depan.

"Sepanjang sejarah saya dengan negara ini (Indonesia) yang sudah berjalan dekade lamanya, saya tak pernah lebih yakin lagi bahwa masa depan yang lebih baik sudah ada di depan mata," pungkasnya.


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.