Perang Dagang Memanas, Pemerintah Rancang Insentif untuk Industri

Kautsar Widya Prabowo - 12 Juli 2018 17:08 wib
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: Medcom.id/Husen)

Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah membuat strategi untuk menaikkan ekspor Indonesia, di tengah perang dagang yang kini mencuat antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Salah satunya dengan membuat insentif fiskal yang ditujukan untuk pabrik maupun industri hulu maupun hilir.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan saat ini 40 persen investasi nasional dari sektor industri, sehingga pihaknya bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan merancang insentif baru.

"Yang industri dasar berat atau yang ringan-ringan, semua butuh insentif terutama di era perang dagang, negara-negara lain lebih bersaing sengit untuk menarik investor," ujarnya usai meresmikan acara Investment Award 2018, di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Ia menambahkan industri hulu yang padat modal, seperti halnya besi baja, pada tahun ini dan ke depannya memiliki potensi besar untuk diminati para investor. Pasalnya industri tersebut dapat memberikan keuntungan yang besar dengan pengeluaran yang kecil, terutama untuk biaya karyawan.

"Besi baja itu pabriknya butuh modal, tidak banyak karyawan tapi baja yang dihasilkan, kemudian jadi bahan baku industri menengah bawah yang menggunakan besi atau baja untuk bikin bahan konstruksi," tambahnya.

Dia menjelaskan, dengan pemberian insentif yang paling agresif atau menarik perhatian investor  sangat berdampak bagi investasi padat modal, seperti industri hulu.

"Industri padat modal itu yang menghasilkan bahan baku. Itu bahan bakunya banyak sekali yang kita impor, jadi ada manfaat ganda, membangun produksi domestik sekaligus mengurangi impor bahan baku," tutupnya.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.