Warga Belanda Taruh Dana Repatriasi Rp5 Miliar di Jiwasraya

    Eko Nordiansyah - 06 Februari 2020 13:13 WIB
    Warga Belanda Taruh Dana Repatriasi Rp5 Miliar di Jiwasraya
    Warga Negara Belanda Johnny Mahtani - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah
    Jakarta: Warga Negara Belanda Johnny Mahtani menaruh dana repatriasi sebesar Rp5 miliar di produk asuransi milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun uang yang diinvestasikan tersebut tidak bisa dicairkan sejak 2018 lalu.

    "Produknya saving plan, bancassurance. Dan jatuh tempo sudah 2018 dan 2019, tapi sampai sekarang belum cair," kata Johnny di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.

    Johnny mengungkapkan dana tersebut merupakan dana repatriasi dari program amnesti pajak. Ia mengaku telah 20 tahun bekerja di Indonesia dan berkewajiban menyimpan dana yang ada di luar negeri untuk kembali ke Tanah Air.

    "Dana harus parkir di sana, minimal tiga tahun. Mereka offer produk sesuai BI, kita tidak bisa pilih produk. Misal dia offer ini bisa, ini enggak bisa, ini boleh dan ini enggak boleh. Salah satu produk mereka rekomen sekali ya Jiwasraya karena pemerintah punya. Jadi dia juga berani tawar produk ini. Kita harus ikut produk ini," lanjut dia.

    Johnny berharap Jiwasraya dapat mengembalikan dana yang sudah diinvestasikan tersebut sekaligus dengan bunga yang dijanjikan. Apalagi mayoritas uang yang disimpan di Jiwasraya merupakan dana repatriasi.

    "Dana luar negeri, family dari bapak saya, turunan saya, tapi kalau ada atas nama saya, saya harus lapor. Di luar negeri pun harus lapor atau bawa ke sini. Kalau enggak, nanti bisa problem. Kalau mau tinggal di sini, kerja di sini harus lapor," ungkapnya.

    Jiwasraya diketahui melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006 demi memperoleh izin penjualan produk JS Saving Plan. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan 95 persen dana investasi di saham-saham gorengan.

    Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham sampah tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.

    Tidak hanya itu, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk.

    Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.

    Dalam pengusutan kasus Jiwasraya, Kejagung akhirnya menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya.

    Kelima orang tersebut yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

    Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kelimanya juga terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id