Pemerintah Permudah Akses Bahan Baku Industri Tekstil

    Ilham wibowo - 12 Februari 2019 14:10 WIB
    Pemerintah Permudah Akses Bahan Baku Industri Tekstil
    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)
    Jakarta: Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas produksi industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Pelaku industri perlu mengisi kebutuhan pasar dalam negeri sebagai substitusi impor maupun keperluan ekspor.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan tahap indentifikasi tengah dilakukan untuk pelaku industri yang memiliki komitmen peningkatan produksi. Pemerintah siap memberikan beberapa kemudahan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

    "Fasilitas itu antara lain, kemudahan untuk mendapatkan mesin dan barang modal yang lebih cepat, kemudian jaminan akses terhadap ketersediaan bahan baku," kata Airlangga melalui keterangan resmi, Selasa, 12 Februari 2019.

    Seiring menggenjot produktivitas industri TPT, Kementerian Perindustrian juga melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri saat ini telah berjalan.

    "Upaya strategis itu sebagai salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam membangun SDM yang kompeten, sesuai kebutuhan dunia industrinya saat ini dan sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0," paparnya.

    Usulan mengenai penerapan skema insentif fiskal berupa super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen juga bisa dimanfaatkan. Fasilitas ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi.

    "Skema yang diusulkan adalah pengurangan pajak bagi industri yang terlibat dalam pelatihan dan pendidikan vokasi sebesar 200 persen. Sedangkan, bagi industri yang melakukan kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300 persen," ungkap Airlangga.

    Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan daya saing industri secara nasional, termasuk perusahaan-perusahaan TPT. "Kami optimistis akan terjadi peningkatan ekspor TPT sampai dengan USD15 miliar pada 2019," kata Airlangga.

    Catatan ekspor TPT nasional pada 2018 yang diproyeksi mencapai USD13,28 miliar naik 5,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Industri TPT nasional juga mampu memberikan share ekspor dunia sebesar 1,6 persen.

    Bahkan, industri TPT menunjukkan kinerja gemilang sepanjang 2018 dengan pertumbuhan sebesar 8,73 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,17 persen.

    "Hingga saat ini, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Ini menunjukkan industri TPT merupakan sektor padat karya," ucap Airlangga.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id