Konglomerasi Mulai Kembangkan Koin Digital

    24 Februari 2019 15:00 WIB
    Konglomerasi Mulai Kembangkan Koin Digital
    Illustrasi. Dok : AFP.
    Jakarta: KNS Group, konglomerasi yang menjalankan bank komersial, salah satunya Bank of India Indonesia, dan 35 perusahaan membangun aset koin digital. KNS akan mematuhi aturan pemerintah indonesia mengenai koin digital dalam pialang berjangka.

    KNS Group berkerja sama dengan KoinX dalam membangun sebuah platform perdagangan dengan menggunakan teknologi keamanan tingkat tinggi. Teknologi dan keamanan pertukaran ini dikembangkan oleh anggota tim yang sebelumnya berasal dari raksasa internet seperti Alibaba, Microsoft, Twitter, dan Facebook.

    Vijay Garg, CEO dari KoinX mengatakan bahwa perusahaan ingin memberdayakan masyarakat Indonesia dengan kemampuan untuk memiliki dan memperdagangkan aset digital dalam lingkungan yang sangat aman, patuh, ramah pengguna, dan dapat dipercaya.

    "KoinX menyatakan bahwa deposit untuk mata uang rupiah saat ini telah selesai dikembangkan dan diharapkan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat," kata dia dalam keterangannya, Minggu, 24 Februari 2019.

    KNS Group bertujuan untuk menjadikan KoinX sebagai lokal exchanges yang terbesar di Indonesia dan selanjutnya akan melakukan pengembangan di wilayah Asia Tenggara, dengan memperhatikan ekspansi global di masa depan.

    Dia menjelaskan KoinX dapat mengakomodasi jutaan pengguna yang berdagang secara bersamaan dengan sistem keamananan yang ketat.

    "Tingkat keamanan tertinggi dikarenakan KNS Group memiliki pengalaman dalam menjalankan bank komersial dan salah satu anggota tim di belakang sebelumnya adalah penanggung jawab keamanan untuk miliaran akun twitter," jelas dia.

    KoinX telah menyatakan bahwa mereka akan bekerja erat dengan regulator dan mematuhi semua peraturan saat ini dan masa depan dan mempertahankan standar keamanan tertinggi.  KNS Group merupakan salah satu investor dari Bank of India Indonesia.

    Sebelumnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan perdagangan komoditas digital aset kripto dan emas digital.

    Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menyampaikan ada empat peraturan Bappebti yang telah resmi berlaku. Peraturan-peraturan ini akan menjadi landasan hukum perdagangan aset kripto sebagai salah satu komoditas yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka, dan/atau kontrak derivatif lainnya yang diperdagangkan di bursa berjangka.

    Penerbitan empat peraturan Bappebti terebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Selain itu, aturan juga mengacu pada Permendag Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.
     
    "Penerbitan peraturan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah terus mengikuti perkembangan industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dinamis dan selalu berupaya memberikan ruang untuk pengembangan usaha inovasi komoditas digital. Bappebti berkomitmen memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat, serta kepastian berusaha di sektor tersebut," ujar Wisnu.
     
    Lebih jauh, Wisnu menjelaskan Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 akan menjadi landasan hukum penyelenggaraan pasar fisik komoditi di bursa berjangka. Kelembagaan pasar fisik yang mencakup persyaratan serta hak dan kewajiban lembaga yang ada juga diatur yaitu bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, pedagang komoditi, tempat penyimpanan (depository), peserta, dan pelanggan.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id