Jokowi Sebut Produk UMKM Binaan BI Sudah Naik Kelas

    Husen Miftahudin - 12 Juli 2019 13:59 WIB
    Jokowi Sebut Produk UMKM Binaan BI Sudah Naik Kelas
    Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Mitahudin)
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) sudah berhasil naik kelas. Jokowi mengapresiasi upaya bank sentral dalam meningkatkan kualitas dari produk-produk UMKM tersebut.

    "Saya melihat produk-produk UKM yang didampingi, dikawal, dan dibina oleh BI ini saya melihat ada lompatan dari sisi kualitas. Baik kualitas kemasan, kualitas bangun brand, saya lihat bagus," ujar Jokowi di pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juli 2019.

    Tak hanya itu, Jokowi juga mengakui peningkatan kualitas terhadap desain dan kemasannya. Bahkan, sejumlah produk UMKM binaan bank sentral tersebut sudah dipasarkan melalui platform digital dan marketplace.

    "Sudah mulai juga dimasukkan ke marketplace, ke digital. Nanti kalau sudah ketemu semuanya bukan hanya marketplace di Indonesia, tapi global marketplace," harap Jokowi.

    Presiden menilai Bank Indonesia cekatan dalam melihat produk-produk unggulan, termasuk memoles produk UMKM binaan agar mendunia. Langkah itu dilakukan dengan menyeleksi hingga menguratori proses pembuatan produk lokal.

    "Sehingga ketemu produk-produk premium, produk-produk dengan kualitas tinggi. Dijual harga berapa pun orang akan senang," sebut dia.

    Di kesempatan sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan hingga saat ini ada sebanyak 898 UMKM yang dibina bank sentral. Ratusan UMKM tersebut dibina oleh 46 kantor perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.

    "Dari 898 itu, sekarang yang sudah ekspor sudah 91 UMKM. Nilainya Rp1,4 triliun (transaksi ekspor) selama setahun ini," ujar Perry.

    Perry mengungkapkan, UMKM binaan bank sentral tidak hanya didorong untuk go ekspor. Tapi juga didorong untuk go digital dengan memasarkan produk-produknya di platform e-commerce.

    "Kami juga sudah sambungkan UMKM binaan ke platform-platform e-commerce, ada lebih dari 355 UMKM dan terakhir nilainya sudah lebih dari Rp32 miliar yang disambungkan ke dalam go digital. Ini agar UMKM kita bisa go ekspor dan go digital," tuturnya.

    Perry juga mengajak sejumlah UMKM binaan dengan menampilkan produk terbaiknya di pameran KKI 2019. Ada 370 produk UMKM yang diberikan booth khusus di pameran KKI 2019.

    Dari 370 UMKM tersebut, 120 UMKM di antaranya bergerak di bidang kain dan pakaian. Sebanyak 88 UMKM lainnya memproduksi kerajinan seperti tas-tas unik dan tas khas suatu daerah. Kemudian sekitar 150 UMKM di bidang makanan jadi yang siap ekspor.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id