Ceruk Pasar Proteksi Kesehatan Global Tinggi

    Ade Hapsari Lestarini - 23 Oktober 2019 17:38 WIB
    Ceruk Pasar Proteksi Kesehatan Global Tinggi
    President Director and CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds (kedua dari kanan) didampingi Head of GIPMI Distribution Asia Pacific, Cigna International Markets Ray Bond (kanan) berbincang dengan Ketua Umum APARI Bambang Suseno, dan Ketua PAMJAKI Rosa Ginting
    Jakarta: Potensi pasar proteksi kesehatan global untuk individu kalangan masyarakat kelas menengah atas cukup tinggi. Hal itu perlu digarap serius untuk ahli manajemen asuransi dan broker, selain untuk mengisi ceruk pasar juga untuk mendukung program peningkatan penetrasi asuransi di Tanah Air.

    "Ini porsinya perusahaan asuransi swasta untuk menangkap pasar di luar program BPJS pemerintah. Pasarnya sangat besar, sekitar 20 persen atau 53 juta orang di Indonesia," tutur Ketua Umum Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (Pamjaki) Rosa Christiana Ginting di sela-sela seminar Asuransi Kesehatan Global bagi Individu untuk Mendukung Keberlanjutan Layanan Kesehatan yang digelar Cigna Indonesia dan Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Rosa mengatakan banyak masyarakat Indonesia yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan yang nyaman, tidak ingin antre, enggan menunggu lama, dan bisa berobat di mana saja di luar negeri.

    "Mereka memiliki dana lebih untuk memiliki produk asuransi yang bisa memenuhi itu semua. Ternyata produk itu ada di Cigna Indonesia," ujar dia.

    Menurut Rosa pasar ini bisa ditangkap para ahli manajemen asuransi untuk bisa merancang produk yang baik dan terjangkau.

    "Jangan yang hanya cari untung dan memberi janji manis, tetapi saat klaim malah ribet. Tetapi para ahli manajemen asuransi harus bisa menyediakan sistem yang memudahkan nasabah. Harus instrospeksi dan benahi diri, sehingga bisa melayani dengan baik. Apalagi pasar 53 juta orang itu belum kita gali dengan maksimal," papar dia.

    Pada kesempatan yang sama, President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds mengatakan, dari sekitar 1,5 juta nasabah Cigna, baru sekitar 1.000 orang yang mengikuti proteksi kesehatan global. Padahal, potensinya masih sangat besar. Produk itu hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih minim.

    Phil menambahkan, pihaknya juga berupaya meningkatkan inklusi asuransi di Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan penetrasi proteksi di Tanah Air. Makanya, tambah Phil, pihaknya antusias bekerja sama dengan APARI.

    Dijelaskan, sejak meluncurkan produk Global Individual Private Medical Insurance pada 2017, Cigna telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pialang asuransi di Indonesia.

    "Kolaborasi ini memungkinkan kami mendukung APARI dalam menyediakan salah satu sesi edukasi terbaik untuk program Continous Professional Development (CPD) yang mereka miliki. Akhirnya, dapat mendorong komitmen kami dan APARI dalam membantu pemerintah meningkatkan inklusi asuransi di Indonesia," papar Phil Reynolds.

    Peran Pialang

    Sementara itu, Ketua Umum APARI Bambang Suseno menjelaskan, dalam seminar itu, sebanyak 120 pialang dari 90 perusahaan pialang asuransi dan pialang reasuransi di Indonesia hadir. Kehadiran mereka juga sebagai bagian dari proses pelatihan dan sertifikasi yang harus mereka ikuti.

    "Mereka mendapat edukasi yang dapat membantu memahami industri asuransi kesehatan dan jiwa dengan lebih baik dan mengasah kemampuan mereka dalam menawarkan solusi perlindungan bagi para nasabah," ujar Bambang.

    Ia melanjutkan, pialang asuransi memiliki peran signifikan dalam membantu memenuhi kebutuhan perlindungan bagi nasabah.

    "Para pialang asuransi dapat menyediakan layanan yang memberikan nilai tambah dan manfaat untuk kepentingan nasabah, mulai dari layanan konsultasi hingga keperantaraan dan penanganan klaim dalam konteks advokatif bagi klien," kata Bambang.

    Menurut dia, advokasi itu memungkinkan nasabah memilih solusi perlindungan asuransi terbaik yang sesuai dengan prioritas dan kebutuhan mereka. Selain itu, pialang juga memiliki peran meningkatkan inklusi asuransi sebagai upaya meningkatkan penetrasi asuransi di Tanah Air. Apalagi potensi market yang bisa digarap para pialang sangat besar. Saat ini, dari total penjualan produk asuransi ke masyarakat, baru 35 perse  yang dijual melalui pialang asuransi, sisanya 65 persen penjualan langsung ke perusahaan asuransi.

    "Masih banyak peluang bagi pialang untuk mengembangkan sayapnya, sebab ceruk pasar 65 persen itu lumayan besar. Apalagi, perusahaan-perusahaan asuransi lebih senang deal dengan pialang, karena mereka tidak perlu sosialisasi dari awal, sebab para pialang sudah paham betul tentang proteksi," tambahnya.

    Saat ini dari total produk asuransi yang dijual melalui pialang, sebagian besar diperoleh dari sektor infrastruktur, kemudian properti, dan ketiga dari sektor kesehatan.

    Bambang menjelaskan seminar itu membahas sejumlah topik menarik di antaranya dukungan industri asuransi terhadap keberlangsungan layanan kesehatan di Indonesia, serta manajemen stres bagi nasabah individu maupun klien korporasi yang ingin meningkatkan kesejahteraan karyawannya.

    Menurut Bambang, para pialang bisa berperan di sana, bagaimana mengelola stres bagi karyawan dan mapping asuransi jiwa di Indonesia termasuk di global. Semakin banyak peran pialang di daerah, juga akan mendongkrak pemahaman asuransi di Indonesia.

    Dalam seminar itu, Cigna juga memaparkan kampanye teranyarnya terkait manajemen stres yang berjudul #SeeStressDifferently. Dalam presentasi itu, Head of GIPMI Distribution Asia Pacific Cigna International Markets Ray Bond mengungkapkan, korelasi antara stres dan penyakit fisik.

    "Stres kronis merupakan kontributor utama terhadap penyakit-penyakit kritis seperti diabetes, jantung, dan kanker. Kampanye ini memungkinkan masyarakat untuk mencari tahu level stres mereka dan membuat rencana yang baik untuk mengatasinya," ujarnya Ray.

    Melalui kampanye ‘#SeeStressDifferently’, Cigna mengajak masyarakat untuk mengetahui tingkat stres mereka serta mencari cara terbaik untuk mengatasi stres itu melalui PLAN: Periode waktu istirahat, Lokasi untuk rekreasi, Aktivitas di luar rutinitas, dan Nama orang yang dipercaya untuk berbagi. "Siapapun dapat mengakses kampanye manajemen stres ini melalui bit.ly/CignaAPARI," ujar Ray.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id