comscore

Soekarwo Larang Impor Daging Kerbau dan Jeroan di Jatim

Suci Sedya Utami - 21 Juli 2016 19:54 WIB
Soekarwo Larang Impor Daging Kerbau dan Jeroan di Jatim
Gubernur Jatim Soekarwo. (Metrotvnews.com/Amaluddin).
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Jawa Timur melarang daerahnya membuka keran impor daging kerbau dan jeroan guna menstabilkan harga daging di pasaran.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, ditemui usai Penandatanganan Perjanjian KPBU Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, mengatakan warga Jawa Timut lebih memilih mengonsumsi daging sapi ketimbang daging kerbau, apalagi jeroan.
Lagi pula, kata dia daging kerbau memiliki serat yang kasar dan agak besar sehingga memicu daging tersangkut di sela gigi. Sementara itu mengonsumsi jeroan justru menimbulkan penyakit.

"Penduduk Jatim sukanya daging sapi, kerbau apalagi jeroan tidak bisa masuk. Sebab daging kerja seratnya besar, bikin selilitan. Sedangkan jeroan bikin saluran darah tertutup di sini (leher) karena ada plak atau kerak," terang Karwo di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Bahkan, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini sampai membuat surat edaran larangan impor daging kerbau maupun jeroan masuk ke daerahnya, sekaligus menanggapi permintaan dari warga dan pedagang di Jatim yang tidak menyukai daging kerbau dan jeroan,

"Saya setuju dengan pendapat penduduk dan pedagang, tidak usah masuk ke Jatim. Kita bikin surat edaran, tidak perlu masuk daging kerbau dan jeroan," terangnya.

Dirinya mengatakan, hingga saat ini Jawa Timur tercatat mengalami surplus sapi hidup maupun daging sapi. Dia menyebutkan populasi sapi di Jatim mencapai 4,3 juta ekor sapi dengan produksi atau kelahiran 1,05 juta ekor sapi per tahun.

"Yang kita perlukan 550 ribu ekor sapi per tahun, itupun masih surplus besar sekitar 500 ribu ekor," tutur dia.

Dengan jumlah tersebut, menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai daerah produsen sapi. Sehingga harga daging sapi stabil di wilayah itu berada pada kisaran Rp107 ribu-Rp110 ribu per kilogram (kg).

Sementara untuk daging tetelan khusus rawon dihargai Rp85 ribu per kg, daging sapi kualitas sedang dan rendah masing-masing sebesar Rp100 ribu dan Rp95 ribu per kg.

"Kita memang tidak ada impor sapi, apalagi padi, sayur. Tidak bisa. Kita seleksi barang yang masuk," jelas dia.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id