Kepala BKPM Dampingi Jokowi Bertemu 10 CEO Kakap dari Korsel

    Arif Wicaksono - 25 November 2019 14:55 WIB
    Kepala BKPM Dampingi Jokowi Bertemu 10 CEO Kakap dari Korsel
    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kanan) saat mendampingi Presiden. Foto : BKPM.
    Busan: Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri lunch meeting bersama 10 top manajemen dan Chief Executive Officer (CEO) dari korporasi kakap Korea hari ini di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan mendampingi Presiden.

    "Insyaallah, Bapak Kepala BKPM akan mendampingi Bapak Presiden besok," ujar Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 25 November 2019.

    Imam menambahkan turut mendampingi sejumlah menteri lainnya antara lain Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri BUMN Erick Tohir.

    Imam mengatakan BKPM mengundang sebanyak 10 top manajemen dan CEO dari korporasi-korporasi kakap Korea yakni dari Lotte Corporation, Posco, Hankook Technology Group, SK E&C, CJ Group, LG Chem, GS Global, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Doosan Corporation, dan The Export-Import Bank of Korea (KEXIM).

    "Semua menyatakan siap hadir," tegas Imam.

    Agenda tersebut merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Kepala BKPM mendampingi Presiden sebelum Konferensi Tingkat Tinggi 30th ASEAN-ROK Commemorative Summit yang berlangsung 25-26 November 2019.

    Sebelumnya Rizal Calvary Marimbo, anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM mengatakan, Kepala BKPM sangat fokus dengan Korea. Pasalnya, selain sebagai salah satu sumber aliran Penanaman Modal Asing (PMA), negara Gingseng ini masih menempatkan Indonesia di posisi ketiga sebagai negara destinasi investasi utamanya.

    "Bahkan kita masih kalah dari Vietnam. Ini tantangan kita," ujar Rizal.

    Dia mengatakan, total PMA Korea ke Indonesia dari 2014 hingga kuartal III-2019 sebesar USD7,67 miliar. Sektor atau industri yang dimasuki yakni mesin dan industri elektronik sebesar 14 persen, pertambangan (12 persen), pakaian (delapan persen), karet dan plastik (delapan persen), dan lain-lain sebesar 51 persen.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id