Pembicaraan GSP Tuntas Desember

    Media Indonesia - 26 November 2019 10:40 WIB
    Pembicaraan GSP Tuntas Desember
    Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) yang telah memanfaatkan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) mencapai USD2 miliar.

    Komoditas yang menjadi andalan meliputi tas, perhiasan emas, ban truk dan bus, kabel, dan alat musik. Jumlah sebesar USD2 miliar sedianya baru menyentuh 12 persen dari total ekspor keseluruhan ke 'Negeri Paman Sam' yang mencapai USD18,43 miliar.

    Walaupun terbilang kecil, nilai yang dicapai itu dapat dibilang sudah berada pada titik keseimbangan. Pasalnya, jika digenjot terlalu tinggi, produk-produk yang mendapat fasilitas GSP bisa saja ditinjau ulang dan kemudian dikeluarkan karena dinilai sudah mampu bersaing dengan cukup baik di pasar AS.

    "Jadi, GSP itu memang diberikan dengan syarat. Produk yang memperoleh fasilitas itu, pangsa pasarnya tidak boleh melebihi 50 persen. Ada juga yang nilai penjualannya tidak boleh melebihi USD150 juta per tahun," jelas Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Ni Made Ayu Marthini kepada Media Indonesia, Senin, 25 November 2019.

    Oleh karena itu, lanjut dia, upaya memaksimalkan fasilitas GSP tidak bisa lagi dengan mengandalkan produk-produk yang sudah nyaman saat ini. Dari 3.572 produk yang diberi fasilitas GSP oleh pemerintah AS, baru 836 yang sudah dimanfaatkan pelaku usaha Tanah Air.

    Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimistis pemerintah bisa merampungkan perundingan GSP pada Desember 2019.

    Dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, Jerry menuturkan bahwa dirinya bertemu langsung dengan Deputy United States Trade Representative Jeffrey Gerrish. Dalam apertemuan itu ditekankan kembali pentingnya GSP bagi kedua negara.

    "Kami meminta dalam waktu dekat, kalau bisa tahun ini GSP segera direalisasikan," kata Jerry.

    Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan Jeffrey Gerrish juga dibahas secara teknis dan terperinci mengenai langkah penyelesaian GSP, termasuk mengidentifikasi hal-hal yang mungkin masih dibutuhkan.

    "Jika dilihat dari apa yang didiskusikan dan dibicarakan dengan Gerrish, ini sudah mencapai titik terang," ungkap Jerry.

    Layanan Perbankan BRI

    Dalam kesempatan berbeda, SEVP Global and Treasury Services BRI Listiarini Dewajanti mengatakan BRI akan terus meningkatkan fasilitas perbankan, khususnya dalam melayani transaksi international trade finance dan global payment services antara pengusaha AS dan Indonesia.

    "Ini merupakan komitmen BRI untuk mendekatkan layanannya dengan nasabah yang ada di luar negeri," ujarnya.

    Listiarini menyampaikan kegiatan matchmaking business yang dilakukan BRI diharapkan dapat menghubungkan pengusaha AS dan pengusaha lokal Indonesia, khususnya nasabah UMKM BRI.

    BRI memiliki lebih dari 300 ribu nasabah yang tergabung dalam BRI SME Incubator.

    Saat ini BRI telah bekerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) untuk mengirimkan 80 pengusaha Amerika Serikat yang akan bertemu dengan nasabah UMKM BRI dalam acara BRILianpreneur atau Pameran UMKM Export.

    Acara yang akan diselenggarakan pada Desember 2019 di Indonesia itu diharapkan dapat meningkatkan peran BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia dalam rangka mendorong pertumbuhan angka perdagangan Indonesia dan AS.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id