Kebijakan Mempermudah Ekspor dan Investasi Rampung Pekan Depan

    Desi Angriani - 03 Oktober 2019 19:20 WIB
    Kebijakan Mempermudah Ekspor dan Investasi Rampung Pekan Depan
    Presiden Joko Widodo. Foto : MI/Ramdani..
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut kebijakan mempermudah ekspor dan investasi bakal rampung pekan depan. Hal ini demi meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

    "Ekspor dan investasi sudah mulai kita rapatkan beberapa minggu ini. Kita harapkan bisa kita selesaikan minggu depan biar betul-betul bisa menghasilkan bagi bangsa dan negara," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Menurutnya, kebijakan tersebut bisa memperkuat pengawasan dan pengendalian investasi pada lima tahun mendatang. Oleh karena itu, dalam rancangan RPJMN 2020-2024, pemerintah menekankan kehandalan eksekusi dan implementasi di lapangan.

    "Saya melihat banyak hal yang yelah berjalan. Karena itu kehandalan eksekusi dan proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJMN 2020-2024," ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan kebijakan ekspor dan investasi yang dimaksud Presiden Jokowi bukan terkait omnibus law perizinan berusaha. Konsep omnibus law di bidang perizinan tersebut masih dibahas di tingkat kementerian/lembaga pada pekan depan.

    "Engga bukan itu, yang jelas omnibus law masih berjalan minggu depan masih rapat malah," kata Darmin.

    Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan belum ada terobosan kebijakan yang signifikan untuk bisa mendorong peningkatan investasi di Indonesia. Pasalnya, peralihan modal dan manufaktur dari Tiongkok malah kabur ke Vietnam. Indonesia tidak mencicipi sedikitpun imbas peralihan modal dari perang dagang AS-Tiongkok tersebut.

    Berdasarkan laporan Bank Dunia, sebanyak 33 perusahaan asal Tiongkok memutuskan keluar dari Amerika Serikat. Dari jumlah itu, 23 di antaranya memilih berinvestasi di Vietnam. Sisanya, kabur ke Malaysia, Kamboja dan Thailand.

    Pada 2017, sebanyak 73 perusahaan Jepang berelokasi ke kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 43 di antaranya memilih Vietnam, 11 perusahaan ke Thailand, dan Filipina. Sementara Indonesia hanya ketiban 10 perusahaan Jepang. 



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id