November 2019, DKI Jakarta Inflasi 0,19%

    Eko Nordiansyah - 03 Desember 2019 08:19 WIB
    November 2019, DKI Jakarta Inflasi 0,19%
    Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DKI Jakarta mencatat inflasi di ibu kota sebesar 0,19 persen pada November 2019. Capaian inflasi pada bulan lalu tercatat lebih rendah dibandingkan dengan Oktober yang mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara month to month (mtm).

    "Tekanan inflasi terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Dirinya menambahkan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok Kesehatan, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, serta kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar.

    Kelompok Kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,39 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan Oktober 2019 sebesar 0,72 persen (mtm). Tekanan Inflasi pada kelompok ini disumbang oleh inflasi pada subkelompok Jasa Kesehatan yaitu sebesar 0,84 persen (mtm) terutama dari Dokter Umum dan Dokter Gigi.

    Adapun kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,37 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi pada Oktober 2019 sebesar 1,01 persen (mtm). Tekanan Inflasi pada kelompok ini disumbang oleh inflasi pada subkelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol yaitu sebesar 1,08 persen (mtm) terutama dari Rokok Kretek Filter.

    Sementara itu, inflasi kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mencapai 0,26 persen (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,15 persen (mtm) yang terutama bersumber dari subkelompok Biaya Tempat Tinggal.

    Kelompok Bahan Makanan memiliki andil terhadap inflasi pada bulan ini yang sebelumnya deflasi. Kelompok ini mencatat inflasi 0,23 persen (mtm) yang sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,25 persen (mtm). Inflasi disumbang oleh inflasi pada komoditas bawang merah yang cukup tinggi yaitu sebesar 4,96 persen (mtm) seiring berkurangnya pasokan.

    Tekanan inflasi tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan. Deflasi kelompok itu terjadi 0,01 persen (mtm) lebih rendah dari deflasi bulan sebelumnya 0,07 persen (mtm). Hal tersebut dipicu koreksi tarif angkutan udara sejalan adanya penetapan batas bawah dan batas atas oleh Kementerian Perhubungan.

    Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun kalendar sampai dengan November 2019 tercatat sebesar 2,92 persen (ytd), atau secara tahunan sebesar 3,53 persen (yoy). BI akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, demi mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus satu persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id