BI Dorong Gaya Hidup Halal Mendunia

    Eko Nordiansyah - 03 Oktober 2018 13:06 WIB
    BI Dorong Gaya Hidup Halal Mendunia
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong ekonomi dan keuangan syariah semakin mendunia. Salah satunya adalah mengedepankan gaya hidup halal yang bisa menjadi alternatif bukan hanya di negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Timur Tengah tetapi juga seluruh negara di dunia.

    Untuk itu, BI bekerja sama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) menyelenggarakan konferensi bertajuk Indonesia International Halal Lifestyle Conference and Business Matching 2018. Acara ini mengambil tema Halal Lifestyle Goes Global: Trend, Technology, and Hospitality Industry.

    "Gerakan global ini membuat saya merasa sangat bangga. Anda harus bangga juga. Ini yang mau saya bicarakan dengan Anda, keuangan dengan sisitem syariah jadi agenda global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Upaya Indonesia mendorong ekonomi dan keuangan syariah juga akan dilakukan dalam Pertemuan Tahunan Bank Dunia-Dana Moneter Internasional (IMF). Pertemuan itu akan menjadi wadah, bagaiman Indonesia menjalankan industri halal termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah.

    Perry menambahkan populasi Indonesia yang mayoritas beragama Islam menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong industri halal ke kancah global. Di samping itu, permintaan untuk industri halal tidak hanya datang dari negara dengan penduduk muslim tetapi juga bisa dari negara-negara lainnya.

    "Ini tren bagaimana bisa membentuk model bisnis secara ekonomi dan keuangan. Ini sudah menjadi alternatif dari sistem atau sumber modal bisnis ekonomi dan keuangan lainya. Banyak manfaat enggak hanya umat muslim saja tapi umat lain dan semua manusia di bumi," jelas dia.

    Di Indonesia, fenomena untuk menggunakan produk halal terjadi di berbagai segmen mulai dari makanan minuman, fesyen, hingga produk kecantikan. Kesempatan ini, yang menurut Perry, harus bisa dimanfaatkan demi mengaungkan ekonomi dan keuangan syariah.

    "Halal ekonomi enggak hanya di Islam saja. Ini fenomena yang terjadi di manapun di Timur Tengah, Indonesia, Eropa. Hijabers di Indonesia dari segmen milenial berkembang pesat, mereka banyak sekali. Enggak hanya dari busana, fesyen, restoran, hotel, akomodasi, dan segmen lainnya," pungkasnya.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id