• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Ekspor Industri Tekstil Ditargetkan Rp444 Triliun pada 2025

Ilham wibowo - 14 September 2018 23:16 wib
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Bandung: Nilai target ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ditargetkan mencapai USD30 miliar atau setara Rp444 triliun pada 2025. Jumlah tersebut bakal dikejar melalui peta jalan dalam meningkatkan pertumbuhan dua kali lipat dari realisasi nilai ekspor saat ini sebesar USD13 miliar.

"Target ekspor 2025 sebesar USD30 miliar, Indonesia baru menguasai pangsa pasar (dunia) dua persen. Kalau kita bisa naikkan jadi lima persen saja sudah lebih dari USD30 miliar," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat dalam sebuah diskusi di Hotel Four Point Seraton, Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Menurut Ade, peta jalan tengah dicanangkan untuk meningkatkan iklim usaha dalam negeri sekaligus membuka akses pasar global. Sumber daya terampil pun perlu ditingkatkan dengan pendidikan yang memadai.

"Pendidikan harus memiliki akses ke global, seperti e-commerce harus mulai terbuka di tekstil secara bebas sehingga ini juga bisa berlaku bagi pemuda yang berinovasi di desain dan fashion untuk mengakses bahan baku tertentu dalam kuantitas yang kecil-kecil," paparnya.

Peningkatan akses pasar ekspor juga perlu dilakukan tak hanya kawasan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Menurut Ade, perundingan antarpemerintah yang kini dilakukan dalam kerja sama Comprehensive Economic Partnership (CEPA) diyakini dapat mendorong ekspor makin lebih besar.

"Jutaan lapangan kerja karena tekstil akan lebih kreatif dan inovatif, desainernya pun akan bekerja lebih banyak lagi. Ini akan menggerakkan kaum muda untuk berinovasi di fashion," ungkapnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pengusaha industri TPT turut menahan laju produk impor dengan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Target ini perlu direalisasikan sembari tetap memperkuat ekspansi ekspor.

"Dengan begitu ada opportunity investment, ada peluang usaha isi domestik dulu. Kebutuhan domestiknya begitu besar yang belum semua diisi industri dalam negeri, penuhi itu dulu," tuturnya.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.