• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

 bca  

BCA akan Naikkan Bunga Kredit 0,25-0,5% di Agustus

Fetry Wuryasti - 11 Juli 2018 19:47 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih berpotensi agresif menaikkan suku bunga acuan menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed Fund Rate) yang diprediksi akan dua kali kenaikan sampai akhir tahun.

Maka pada Agustus, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengonfirmasi bunga kredit harus naik. Sebab dengan telah naiknya 100 bps suku bunga acuan BI 7 Day Reverese Repo, BCA telah naikkan suku bunga deposito mereka sebesar empat kali.

"Agustus bunga pinjaman naik. Tapi belum tentu semua bunga pinjaman, yang naik seperti bunga KPR karena sudah murah di 5,88 persen, sehingga tidak mungkin tidak naik. Lalu kredit kendaraan bermotor di 3,17 persen flat rate, dan efektifnya di 6,5-7 persen. Jadi kemungkinan besar harus di-adjust mereka," ujar Dirut BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Kenaikannya nanti akan bervariasi dari 0,25-0,5 persen tergantung pada segmen. "Saya mesti lihat angka dulu. Sedapat mungkin kami mau tahan jangan buru-buru bunga kredit naik. Tapi kalau mengganggu profitabilitas, ya terpaksa," tambah dia.

Sebab dia melihat setiap kebaikan Fed Fund Rate 25 bps, harus diimbangi dengan kenaikan BI 7 Day Repo Reverse Rate sebesar 50 bps.

"FFR dasarnya di 1,25 persen. Sedangkan BI rate base-nya 4,25 persen. Minimal BI rate mesti dinaikkan 0,5 persen. Minimal untuk bisa menenangkan kurs rupiah maka 0,5 persen setiap kenaikan 0,25 Fed Fund Rate, untuk menjaga keimbangan. Selisih tadi tidak bisa terus beda tiga persen. Spread-nya sekitar 3-4 persen," tutur dia.

Dia melihatnya wajar bila imbasnya ke permintaan kredit akan turun. Sebab bila nilai tukar yang memburuk, dampaknya akan jauh lebih besar ke sektor lainnya.

"Sebenarnya pilihan. Kalau bunga acuan tidak naik, kurs lemah. Kalau bunga naik tapi tidak semua orang pinjam uang. Tapi kalau kurs terganggu, termasuk minyak, ongkos produksi, bahan baku semua harga akan naik. Ini lebih merata dampaknya. Lebih bahaya daripada hanya naik bunga. Bahwa konsekuensi bunga naik, permintaan menurun ya pasti," tukas Jahja.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.