Erick Thohir Mulai Patok Dividen Minimum BUMN

    Suci Sedya Utami - 21 Februari 2020 18:18 WIB
    Erick Thohir Mulai Patok Dividen Minimum BUMN
    Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto : Medcom/ Suci Sedya Utami
    Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir mulai mematok (capping) minimum setoran dividen perusahaan pelat merah ke negara. Formulasi besaran dividen tersebut masih dirancang di kementerian.

    Ia menjelaskan kebijakan tersebut bergantung pada laba yang dicetak perusahaan BUMN. Semakin besar laba yang dihasilkan, dividen yang disetorkan pada pemerintah juga semakin besar.

    "Nanti juga perusahaan BMN yang untung kita akan cap (patok) minimum dividennya berapa, apakah benchmark-nya 30 persen. Nanti ada formulanya semua terukur," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari 2020.

    Menurutnya semakin besar dividen yang disetorkan akan membuat kemampuan negara dalam membiayai rakyat menjadi lebih besar. Apalagi penerimaan negara tidak hanya mengandalkan pajak.

    Jika perseroan tersebut merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa efek, tentu akan berpengaruh positif bagi harga sahamnya.

    Adapun setoran dividen perusahaan BUMN di 2019 mencapai Rp45 triliun. Di tahun ini, target tersebut naik di kisaran Rp48 triliun hingga Rp49 triliun.

    Sementara itu, setoran BUMN ke negara secara keseluruhan termasuk di dalamnya pajak hingga royalti di 2024 ditargetkan naik dari Rp400 triliun menjadi di atas Rp700 triliun.

    Kemudian laba bersih dari seluruh BUMN di 2024 ditargetkan meningkat menjadi Rp300 triliun dari posisi saat ini Rp180 triliun.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id