Pemerintah Susun Alternatif Ekonomi Antisipasi Dampak Korona

    Ilham wibowo - 10 Februari 2020 13:47 WIB
    Pemerintah Susun Alternatif Ekonomi Antisipasi Dampak Korona
    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi
    Jakarta: Virus korona yang menyebabkan kelumpuhan ekonomi di Tiongkok dan diprediksi akan memengaruhi perekonomian global jadi perhatian Pemerintah Indonesia. Alternatif sumber perekonomian telah disusun untuk mengantisipasi dampak penurunan sektor pariwisata.

    Wabah virus korona mulai berdampak pada pariwisata di Tanah Air seiring langkah pemerintah menyetop akses masuk wisatawan Tiongkok. Mengantisipasi dampak besar penurunan, maskapai penerbangan telah diminta memberikan diskon tiket pesawat ke tiga destinasi wisata yang terdampak, yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan.

    "Efektif enggak tahu, tapi segera, itu perintah presiden untuk melihat daripada kosong dikasi diskon saja," kata Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan ditemui di kantor Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.

    Ia menyampaikan dampak penurunan wisawatan asal Tiongkok ke Indonesia hanya akan pulih seiring berakhirnya kekhawatiran virus korona. Ia juga sepakat dengan langkah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang mengeluarkan paket untuk menggaet lebih banyak wisatawan domestik.

    "Kami juga bikin dari Kemenpar bikin paket-paket untuk domestik, mengurangi dampak kerugiannya," ucap Luhut.

    Luhut belum merinci berapa besar efek dorongan peningkatan pariwisata dengan diskon penerbangan dan paket wisata. Ia memastikan Indonesia hingga saat ini masih terbebas dari penyebaran virus korona.

    "Suspect (virus korona) banyak dari kapan-kapan tapi belum terbukti," tegasnya.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah saat ini tengah mengupayakan perimbangan untuk struktur ekonomi. Baik dari sisi sektoral manufaktur yang terhubung kepada ekspor dan juga melakukan subtitusi impor.

    "Kita juga punya pariwisata yang akan terpengaruh (virus korona), perdagangan cukup bagus, pertanian kita harus tetap bisa jaga," kata dia ditemui di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, belum lama ini.

    Selain pariwisata, pemerintah juga akan fokus menjaga sektor ekonomi lainnya yakni pertanian, pertambangan, dan perikanan. Pemerintah berharap berbagai kebijakan yang sudah dijalankan bisa memperlihatkan hasil yang positif di tahun ini.

    "Tiga hal yang biasanya sangat memengaruhi pulau-pulau di luar Jawa dan kita harus tingkatkan konstruksi ini kita sudah banyak keluarkan kebijakan dan sektor-sektor properti dan konsumsi kita harap ada hasilnya di 2020," ungkapnya.

    Indonesia menghentikan sementara kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok. Keputusan ini diambil Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas dengan menteri Kabinet Indonesia Maju di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
     
    Pemerintah juga meminta penerbangan langsung dari dan menuju Tiongkok ditunda sementara sejak Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB. Semua pendatang yang tiba dari Tiongkok untuk sementara tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id