Bos Garuda Usul Insentif Tarif Pesawat Pakai Skema Voucher

    Husen Miftahudin - 27 Februari 2020 18:54 WIB
    Bos Garuda Usul Insentif Tarif Pesawat Pakai Skema <i>Voucher</i>
    Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra. Foto : Instagram
    Jakarta: Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengusulkan mekanisme insentif yang diberikan pemerintah dalam menurunkan tarif tiket pesawat menggunakan skema voucher. Meski masih dalam pembahasan, skema tersebut diharapkan bisa jadi masukan dalam upaya menurunkan tarif tiket pesawat untuk tujuan 10 destinasi pariwisata di Indonesia.

    Pemberian diskon tiket pesawat oleh pemerintah merupakan salah satu insentif bagi industri penerbangan dan pariwisata atas dampak virus korona atau Covid-19. Subsidi harga tiket pesawat dibedakan berdasarkan kategori layanan maskapai, kuota diskonnya pun hanya diterapkan pada 25 persen kursi setiap penerbangan.

    "Kita tadi pagi mengusulkan cara yang baru pake kupon, pake voucher. Penurunan (tarif menggunakan skema voucher) itu nantinya ditagih ke pemerintah," ujar Irfan dalam konferensi pers di gedung Garuda Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.

    Meskipun demikian, tegasnya, Garuda Indonesia akan tetap mengikuti langkah yang nantinya diambil oleh pemerintah dalam menurunkan tarif tiket pesawat. Perusahaan penerbangan pelat merah itu mendukung seluruh upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisatawan di tengah mewabahnya virus korona.


    "Kami masih mendiskusikan dengan teman-teman dari Kementerian Perhubungan untuk mencari model yang baru. Tentu saja kita berharap dengan ini akan memperbanyak perjalanan ke destinasi wisata di dalam negeri yang sudah dicanangkan selama ini oleh pemerintah," tuturnya.

    Di tempat yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf menjelaskan skema voucher yang diusulkan Irfan mirip dengan sistem cashback. Dalam hal ini penumpang harus membeli tiket secara penuh terlebih dahulu, baru kemudian diberikan voucher sesuai diskon yang ditentukan.

    Diskon tarif berbentuk voucher yang diterima penumpang bisa diuangkan. Atau, voucher itu bisa digunakan penumpang tersebut pada penerbangan selanjutnya.

    "Usulan voucher ini agar penumpang kalau mau terbang bayarnya tetap (penuh), tapi mereka dapat voucher senilai diskonnya, semacam cashback. Ini yang dibicarakan supaya enggak ngambang, sekarang tahap pembicaraan," papar Triawan.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id