BI: Otoritas Tidak Berikan Perlindungan Bagi Investor Bitcoin

    Suci Sedya Utami - 29 Maret 2018 07:45 WIB
    BI: Otoritas Tidak Berikan Perlindungan Bagi Investor Bitcoin
    Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
    Jakarta: Bank Indonesia (BBI) hingga saat ini secara tegas masih melarang penggunaan cryptocurrency sebagai instrumen dan alat yang digunakan untuk diperdagangkan dalam investasi keuangan. Bahkan, BI menyebut otoritas keuangan tidak memberikan perlindungan bagi pelaku investasi cryptocurrency jika nantinya terjadi suatu risiko.

    "Kami putuskan dan tidak memperkenankan lembaga keuangan untuk melakukan transaksi dengan cryptocurrency, dan tidak ada regulator dan enggak ada satu perlindungan sosial," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo, di Kompleks Perkantoran BI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret 2018.

    Saat ini, kata Agus, terdapat sekitar 1.300 penyelenggara cryptocurrency termasuk di antaranya Bitcoin. Namun, dia menegaskan, cryptocurrency tidak dianggap sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

    Lebih lanjut, mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menambahkan, cryptocurrency tidak memiliki suatu underlying yang menjadi penilaian saat harganya bergerak naik atau turun, sehingga tidak memiliki basis penghitungan yang jelas.

    "Publik jangan melakukan perdagangan atau investasi cryptocurrency karena menanggung risiko. Jangan sampai masyarakat Indonesia ikut-ikutan karena dilihat ada manfaat, namun ketika dia masuk mengalami kerugian. Pasti dia akan minta negara untuk perlindungan," pungkas Agus.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id