Erick Thohir: Kerja Sama dengan Jepang Fokus Meningkatkan SDM

    Suci Sedya Utami - 20 November 2019 19:22 WIB
    Erick Thohir: Kerja Sama dengan Jepang Fokus Meningkatkan SDM
    Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Fiskal Jepang Yasutoshi Nishimura. Foto: dok Istimewa.
    Tokyo: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Fiskal Jepang Yasutoshi Nishimura untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Pertemuan tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Erick ke Tokyo, Jepang.

    Pada pertemuan tersebut, Erick menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Jepang yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur. Jepang secara konsisten berinvestasi di proyek-proyek strategis di Indonesia seperti pembangkit listrik, jalan tol, moda raya terpadu (MRT), perumahan, dan lain sebagainya. Selain dalam hal infrastruktur, kedua negara juga memiliki peluang kerja sama di bidang lain.

    "Indonesia dan Jepang merupakan sahabat yang memiliki hubungan khusus. Saya yakin sekarang merupakan momentum yang bagus untuk meningkatkan kerja sama, Indonesia perlu berkolaborasi dengan Jepang dalam hal teknologi dan peningkatan skill SDM. Di sisi lain, Jepang juga perlu bantuan Indonesia untuk menyediakan tenaga kerja terampil. Kita perlu saling melengkapi, saling bersinergi terutama untuk tenaga kerja. Kerja sama ini tentunya sesuai dengan visi Presiden yaitu meningkatkan kapabilitas SDM kita," kata Erick dalam keterangan resmi, Rabu, 20 November 2019.

    Peningkatan SDM dapat dilakukan di berbagai bidang termasuk bidang agrikultur dan kesehatan masyarakat. Agrikultur kaitannya dengan ketahanan pangan. Jepang adalah negara dan teknologi agrikultur yang luar biasa. Indonesia harus belajar banyak dari Jepang untuk bisa meningkatkan kapasitas agrikultur, di sisi lain, Jepang membutuhkan tenaga petani. Demikian juga di bidang kesehatan, Jepang bisa membantu Indonesia untuk dapat meng-upgrade Rumah Sakit, di saat yang sama Jepang perlu tenaga perawat yang dapat disuplai dari Indonesia.

    "Saya mengusulkan untuk melaksanakan pertemuan berkala setidaknya enam bulan sekali agar dapat mengevaluasi, menindaklanjuti dan mengakselerasi semua kerja sama yang akan dilaksanakan, kendala semua pembicaraan menjadi lebih konkrit," jelas Erick.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id