Pemerintah RI Buka Peluang Perluasan Nol Tarif untuk Palestina

    Ilham wibowo - 25 Juli 2019 14:31 WIB
    Pemerintah RI Buka Peluang Perluasan Nol Tarif untuk Palestina
    Ilustrasi (MI/PIUS ERLANGGA)
    Jakarta: Pemerintah Indonesia memastikan bakal terus memberikan kemudahan akses perdagangan produk-produk asal Palestina. Penghapusan tarif pengiriman ke Tanah Air pun rencananya bakal diperluas.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Moga Simatupang mengatakan kebijakan penghapusan tarif merupakan dukungan konkret Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara. Upaya ini sekaligus membantu mengangkat perekonomian masyarakat Palestina.

    Tarif nol produk kurma dan minyak zaitun asal Palestina saat ini telah diimplementasikan. Bahkan, Moga menyampaikan, daya saing kedua produk Palestina tersebut masih dapat ditingkatkan.

    "Palestina dapat mematok harga produknya tidak terlalu tinggi sehingga dapat semakin bersaing dengan produk sejenis dari negara-negara lain di dalam pasar Indonesia," ujar Moga melalui keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Penghapusan tarif kedua produk Palestina tersebut sudah berlaku aktif sejak 21 Februari 2019 itu ditandai dengan pengiriman nota diplomatik oleh Kementerian Luar Negeri RI kepada Palestina. Ketentuan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.126/PMK.010/2018.

    PMK itu tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam Rangka Fasilitasi Perdagangan untuk Produk Tertentu yang Berasal dari Wilayah Palestina, dan MPK No.11/PMK.04/2019 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk.

    Saat ini, Kemendag juga telah menerima pengajuan daftar 61 komoditas lainnya asal Palestina yang berpeluang diberikan tarif nol persen. Namun, kata Moga, Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk mengimplementasikan penawaran tersebut melalui kerangka preferential trade agreement (PTA).

    “Dengan adanya PTA, kita juga berharap akan ada penurunan tarif produk-produk Indonesia yang masuk ke Palestina. Pada prinsipnya, kegiatan ini bertujuan untuk membantu kesejahteraan rakyat Palestina dan mendukung peningkatan perdagangan kedua negara,” ungkap Moga.

    Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya Palestina mendapatkan akses pasar dalam perdagangan internasional. Kementerian Perdagangan RI pun mendukung pelaksanaan lokakarya dalam rangkaian misi dagang Pemerintah Palestina ke Indonesia.

    Acara tersebut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun, serta dihadiri Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia bidang Timur Tengah Mufti Hamka Hasan dan Delegasi Misi Dagang Palestina.

    “Kegiatan lokakarya ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan kesempatan baik untuk memperkenalkan produk barang dan jasa Palestina kepada mitra dagang potensial di Indonesia. Dengan demikian, para pengusaha Indonesia dapat mengidentifikasi produk maupun investasi apa yang potensial dilakukan kerja sama dengan Palestina,” papar Moga.

    Moga melanjutkan sebagai mitra Kementerian Ekonomi Nasional Palestina pada The Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of the Islamic Cooperation (COMCEC) Trade Working Group, hubungan dagang Indonesia dan Palestina masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.

    Pemerintah Indonesia berencana memberikan kemudahan bagi produk-produk Palestina masuk ke Indonesia sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah dalam peningkatan hubungan dagang tersebut.

    Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, total perdagangan Indonesia-Palestina pada 2018 mencapai USD3,5 juta. Ekspor Indonesia pada 2018 tercatat sebesar USD2,8 juta atau naik 34 persen dibandingkan dengan di 2017; sedangkan impornya sebesar USD727 ribu atau naik 113 persen.

    Produk-produk ekspor Indonesia ke Palestina meliputi ekstrak, esens, dan konsentrat kopi, teh (USD2,1 juta); pasta (USD356 ribu); roti, pastri, kue, biskuit, dan peralatan toko roti (USD192 ribu); piring, alas, dan perkakas dari karet vulkanisir (USD43,3 ribu); dan arang kayu (USD30 ribu).

    Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Palestina adalah kurma segar atau dikeringkan (USD722,7 ribu) dan minyak zaitun dan fraksi lainnya dari zaitun (USD4,1 ribu). Impor kedua produk dari Palestina tersebut sebelumnya dikenai tarif MFN.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id