Eks Karyawan Ancam Pidanakan Sevel

Nia Deviyana - 09 Januari 2019 15:43 wib
Demontrasi Eks Karyawan Seven Eleven (Sevel). Medcom/Nia D.
Demontrasi Eks Karyawan Seven Eleven (Sevel). Medcom/Nia D.

Jakarta: Eks karyawan Seven Eleven (Sevel) mengajukan gugatan hukum berkaitan dengan belum lunasnya pembayaran uang pesangon sejak ditutupnya gerai pada awal 2017. Oktavianus Setiawan, selaku kuasa hukum yang menangani kasus ini mengatakan pihaknya telah membuat laporan ke Bareskrim pada 18 Oktober 2018.

"Yang kami laporkan PT Modern Sevel Indonesia, dalam hal ini kami meminta pertanggungjawaban secara hukum. Dan yang kedua, kami melaporkan PT Borrelli Walsh, selaku perusahaan yang ditunjuk sebagai lembaga pencairan dana," ujar Octavianus saat mengawal orasi eks karyawan Sevel di depan Gedung Ricoh, Kebayoran Baru, Rabu, 9 Januari 2019.

Octavianus menduga ada tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini, terutama karena baik PT Modern Sevel Indonesia maupun PT Borrelli Walsh tidak memiliki kesamaan data terkait berapa dana yang telah dicairkan PT Modern Internasional selaku induk usaha.

"Dari Borrelli bilang yang turun satu batch, pada pertemuan lain pada kurun waktu yang tidak terlalu lama, Sevel Indonesia bilang tiga batch. Kami jadi tanda tanya,  yang benar yang mana?" cetusnya.

Octavianus menambahkan, dana dari pusat tidak mungkin cair apabila tidak ada persetujuan dari kedua perusahaan tersebut. 

"Kalau salah satu enggak tangan enggak mungkin dananya cair, di situlah kami menduga ada sesuatu. Dan dari PT Modern Sevel Indonesia juga tidak ada penyelesaian yang cukup baik," kata dia. 

Adapun setiap satu batch, kata Octavianus, dana yang digelontorkan kurang lebih sebesar USD1 juta. Octavianus yang berada di bawah kantor pengacara Stefanus & Rekan menangani 162 eks karyawan Sevel.

"Total karyawan Sevel ada 254 orang. Namun, 162 orang memisahkan diri dan mencabut kuasa dari pengacara sebelumnya, dan menyerahkan ke saya sebagai pengganti," bebernya.

Tuntutan ini sudah diperjuangan oleh eks karyawan Sevel sejak tahun lalu. Adapun sisa gaji, iuran BPJS Tenaga Kerja, dan tunjangan kerja sudah dibayarkan Sevel dan hanya menyisakan pesangon saja.  

"Kita baru dapat 36 persen, dari total Rp11,6 miliar yang harus dibayarkan kepada 162 karyawan," ujar Danny Kinarta, ketua eks karyawan Sevel, pada kesempatan yang sama.



(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.