Rasio Kredit Bermasalah UKM Rendah

    Nia Deviyana - 26 Februari 2019 19:30 WIB
    Rasio Kredit Bermasalah UKM Rendah
    Illustrasi. MI/Adam Dwi.
    Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengapresiasi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergolong rendah. Dia menjabarkan, NPL di PNM pada 2018 tercatat rendah, yakni 1,33 persen.

    Hal ini dikatakan Arief tak lepas dari komitmen pendampingan kepada UKM binaan PNM baik berupa pelatihan tematik hingga pelatihan kelompok usaha yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

    "NPL 2018 sedikit sekali yang cacat dalam memenuhi kewajiban angsuran," ujar Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi dalam diskusi di Setiabudi One, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Februari 2019.

    Arief mengatakan 2018 menjadi tahun terbaik dalam sejarah PNM, dengan pertumbuhan kredit 136,4 persen, out standing pembiayaan meningkat 79,1 persen, dan Number of Accout (NoA) atau jumlah nasabah menanjak hingga 114,40 persen.

    Adapun PT NPM pada tahun ini memproyeksikan penyaluran kredit sebesar Rp15,4 triliun yang dibagi sebesar Rp10,4 triliun pada program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Rp4 triliun pada program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). 

    Terbukanya akses permodalan bagi UKM, kata Arief, bakal berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Adapun PNM menargetkan total nasabahnya mencapai 4,37 juta pada tahun ini. Sementara tahun lalu, PNM mencatatkan total nasabahnya sebanyak 4,05 juta. 

    "Kalau setiap nasabah kita punya minimal dua atau tiga karyawan saja, kita sudah menyediakan sedikitnya 8,5 juta lapangan kerja."

    Untuk memperluas jaringan nasabah PNM juga berniat melakukan ekspansi yang pada tahun ini ditargetkan di Provinsi Bali, Kalimantan Tengah, dan Bangka Belitung. 

    "Kalau kita survei Bali Timur dan Utara masih ada keluarga prasejahtera. Persis di bawah kaki Gunung Agung. Memang ukuran mereka tidak miskin, tetapi rentan. Jika terjadi sesuatu mereka bisa jatuh," pungkasnya.

    Kejujuran 

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Magetan, Jawa Timur. Jokowi meminta para nasabah mengamalkan prinsip PNM Mekaar yaitu jujur, disiplin, dan kerja keras.
     
    Presiden menyebut kejujuran sangat penting bagi nasabah program PNM Mekaar. Karena, pinjaman sebesar Rp2 juta hingga Rp4 juta itu diberikan tanpa agunan. Para nasabah pun diharuskan menyicil pinjaman itu sekali seminggu. Jumlah cicilan pun bervariasi, dari Rp50 ribu hingga Rp125 ribu. 

    Presiden juga meminta para nasabah menyicil tepat waktu. Jangan sampai kepercayaan yang telah diberikan PNM Mekaar hilang karena para nasabah lalai menyicil.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id