HKTI Panen Jagung Hibrida di Kediri

    Eko Nordiansyah - 19 Oktober 2018 13:25 WIB
    HKTI Panen Jagung Hibrida di Kediri
    Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko (tengah) saat panen raya jagung. (FOTO: dok HKTI)
    Jakarta: PT BISI International Tbk (BISI) bersama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melakukan panen raya jagung di areal lahan seluas 42,8 hektare (ha) di Kediri. Guyub Panen Nusantara ini melibatkan seribuan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tani Mapan.

    Panen bersama antara HKTI dan BISI ini dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko, Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tjiu Thomas Effendy, dan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto.

    "Untuk membangun kemandirian pangan dan pertanian nasional, HKTI menjadi mitra strategis pemerintah yang positif, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," kata Moeldoko, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Jenis jagung yang ditanam di Desa Mejono tersebut merupakan varietas jagung hibrida yang diproduksi BISI yang disebut varietas BISI-18. Penanamannya dimulai pada 5 Juli, sehingga pada saat dipanen Kamis 18 Oktober 2018, usia tanamannya mencapai 107 hari.

    Dalam satu ha lahan, jumlah tanaman jagung hibrida BISI-18 ini mencapai 100 ribu tanaman, padahal pada jagung biasa, umumnya populasi hanya 62.500 tanaman per ha. Dengan hasil produksi per ha diestimasikan lebih dari 10 ton, maka estimasi produktivitas panen kali ini mencapai 428 ton jagung.

    Selain itu, ketiga pihak menandatangani kerja sama yaitu HKTI sebagai wadah organisasi petani Indonesia, BISI sebagai penyedia benih jagung hibrida berkualitas dan bimbingan teknis budidaya, serta CPI sebagai pembeli siaga yang siap membeli berapapun jumlah panen petani sesuai harga pasar yang berlaku.

    Moeldoko berharap kerja sama ini bisa diduplikasi dan dikembangkan di berbagai daerah lainnya. Dengan demikian, para petani tidak akan kesulitan menjual hasil panenya ditambah dengan peningkatan kualitas hasil pertaniannya karena dibantu teknologi hingga permodalan yang lebih baik lagi.

    "Kerja sama ini juga merupakan salah satu fungsi HKTI sebagai bridging institution. HKTI sebagai jembatan yang menghubungkan petani dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan dunia usaha. HKTI hadir sebagai solusi petani dan pertanian Indonesia," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id