KPPU Perpanjang Investigasi Dugaan Kartel Tiket Pesawat

    Nia Deviyana - 23 April 2019 20:22 WIB
    KPPU Perpanjang Investigasi Dugaan Kartel Tiket Pesawat
    Illustrasi. Dok ;AFP.
    Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bakal memperpanjang masa investigas dugaan kartel tiket pesawat dan kargo udara selama 30 hari ke depan. 

    "Komisi masih menganggap bukti yang ada belum cukup. Maka untuk perkara kargo dan tiket kita beri perpanjang waktu investigasi," ujar Komisioner KPPU Guntur Saragih di kantornya, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

    Terkait mahalnya tiket pesawat, KPPU meminta pemerintah tidak turut mengintervensi harga tiket. KPPU justru mendorong pemerintah tidak terlalu mengintervensi harga karena harga berdasarkan mekanisme pasar. 

    "Pemerintah sebaiknya tidak mengatakan harga harus turun, harus begini, seharusnya begitu karena itu berdasarkan mekanisme pasar," jelasnya.

    Belum lama ini, KPPU mengatakan pihaknya mencatat ada enam kasus di Industri penerbangan dalam setahun terakhir, yaitu harga tiket, kenaikan tarif kargo udara, harga avtur, tarif bagasi, masalah AirAsia dengan Traveloka, serta rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia dengan Sriwijaya.

    "Tahun ini paling banyak dalam sejarah. Sebelumnya belum pernah sebanyak ini dalam satu industri," terang Guntur.

    Guntur menambahkan tiga kasus telah masuk tahap penyelidikan, yakni terkait kartel harga tiket, tarif kargo udara, dan rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia dan Sriwijaya. Sementara tiga lainnya, baru masuk tahap penelitian dan meminta keterangan dari pihak terkait, yakni mengenai harga avtur, tarif bagasi, dan konflik AirAsia dengan Traveloka.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id