Dilema Sektor Pariwisata RI di Tengah Kekhawatiran Korona

    Nia Deviyana - 05 Februari 2020 14:25 WIB
    Dilema Sektor Pariwisata RI di Tengah Kekhawatiran Korona
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ M N Kanwa
    Jakarta: Geliat pariwisata di Tanah Air turut terpukul akibat ancaman merebaknya wabah korona. Jumlah pengunjung di objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan Tiongkok dipastikan mengalami penurunan.

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan penyetopan akses masuk wisatawan Tiongkok ke Indonesia telah dilakukan lantaran banyaknya penerbangan langsung dari dan ke negara Tirai Bambu itu. Hal ini menjadi dilematis lantaran pemerintah tengah mendongrak target pariwisata di Indonesia melalui pengembangan lima wisata super prioritas.

    "Saat ini penerbangan dari Wuhan ke Bali sudah disetop untuk sementara. Keinginan untuk menutup penerbangan langsung dari beberapa kota di Tiongkok harus dikaji dengan matang karena menyangkut dampak perekonomian yang besar. Akan tetapi melindungi warga Indonesia juga hal yang sangat penting," ungkapnya seperti dikutip dari News Research Center (NRC) Media Group, Rabu, 5 Februari 2020.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia setidaknya mencapai 2,13 juta pada 2018. Meski ada penurunan pada 2019, angkanya tetap signifikan menjadi 1,91 juta pada 2019.

    "Harapan kita tentu saja pemerintah harus dapat mengambil tindakan yang tepat sehingga kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dapat diseleksi secara double check mulai dari bandara keberangkatan sampai bandara kedatangan," imbuh dia.

    Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan wabah virus korona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, belum berdampak signifikan kepada pariwisata dalam negeri. Pasalnya, jumlah wisatawan asing asal kota tersebut belum masif.

    "Berpengaruh (terhadap pariwisata Indonesia) ya pastilah, masa enggak. Cuma seberapa pengaruh saya enggak tahu. Tapi kalau dari kota tersebut yang terjangkit virus korona ini, tahun lalu cuma (menyumbang) 50 ribuan wisatawan," kata Whisnu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Menurut Whisnu jumlah wisatawan dari Wuhan tidak bisa dijadikan patokan perhitungan total wisatawan dari Tiongkok. Sebab, ada pengaruh lain yang berimplikasi aturan-aturan dari otoritas Tiongkok.

    "Apalagi karena ini, kita tidak boleh tergantung oleh satu negara aja. Artinya apa, di akhir tahun kemarin strategi kita sudah kita arahkan, kita harus menargetkan ke pasar-pasar lain juga yang juga punya potensi besar," ungkap dia.

     



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id