Mentan Syahrul Ajak Masyarakat Cegah Stunting

    Ilham wibowo - 19 Februari 2020 15:33 WIB
    Mentan Syahrul Ajak Masyarakat Cegah <i>Stunting</i>
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo - - Foto: dok Kementan
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat agar sadar dan berkontribusi menurunkan angka stunting dengan memenuhi asupan gizi. Gerakan bercocok tanam untuk daerah rentan rawan pangan pun sudah dimulai.

    "Dalam catatan saya daerah yang rawan pangan ada 17 provinsi dan terdiri atas 267 kabupaten di 900 kecamatan. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak stunting," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Februari 2020.

    Menurut Syahrul, pihaknya telah menggulirkan program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah (PMS) di 727 kecamatan. Dua program ini diharapkan mampu membantu menurunkan rentan rawan pangan hingga 16 persen.

    "Dengan program Family Farming, kita bisa memanfaatkan halaman disekitar rumah kita untuk bercocok tanam. Hal itu tentunya akan lebih higenis dan terjamin kesehatannya," katanya.

    Syahrul mengatakan program pertanian masuk sekolah adalah program strategis untuk menjamin adanya pertahanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini juga memiliki nilai ekonomis karena dibekali dengan keahlian bertanam.

    "Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan. Untuk itu program PMS sangat penting dijadikan materi pembelajaran," katanya.

    Disisi lain, Mentan mengaku saat ini Kementan sudah menetapkan target usaha tani pada 1.600 lokasi. Langkah ini pun diharapkan mampu berkontribusi besar pada penurunan prevalensi stunting hingga 28 persen.

    "Saya akan intervensi dengan kesiapan-kesiapan bibit terbaik dengan keterampilan mereka untuk bertanam. Saya siapkan dananya untuk bertanam," tegas Mentan Syahrul.

    Syahrul menambahkan Kementan juga sudah menjalin kerja sama dan kesepakatan dengan berbagai lembaga negara dan kementerian lain untuk sama-sama terlibat dalam gerakan pembangunan pertanian ke depan.

    Kesepakatan yang dimaksud, antara lain adalah program one health jaminan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, penyediaan pangan segar dan beragam bergizi dan aman, pengendalian resistensi antimikroba, serta pencegahan dan pengentasan daerah rentan rawan pangan.

    "Selanjutnya kami melakukan pengendalian vektor binatang hewan pembawa penyakit, perizinan distribusi dan penggunaan pestisida. Lalu kami melakukan pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi, penelitian dan pengembangan, serta pertukaran data dan informasi dengan berbagai pihak," tutupnya.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id