Operasi 133 Fintech Ilegal Dihentikan

    Media Indonesia - 08 Oktober 2019 10:32 WIB
    Operasi 133 <i>Fintech</i> Ilegal Dihentikan
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: Satgas Waspada Investasi bersama 13 kementerian atau lembaga (K/L) hingga awal Oktober kembali menemukan dan langsung menindak 133 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    "Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech peer to peer lending ilegal. Jadi kami langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal, dengan meminta pemblokiran kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, dalam keterangan resminya, Senin, 7 Oktober 2019.

    Dengan kembali ditemukannya 133 entitas fintech peer to peer lending ilegal, total entitas yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai Oktober 2019 mencapai 1.073. Adapun kasus yang ditangani Satgas Waspada Investasi terhadap entitas fintech peer to peer lending ilegal sejak 2018 sampai Oktober 2019 tercatat 1.477 entitas.

    Selain entitas fintech ilegal, satgas juga menemukan 22 kegiatan usaha gadai swasta yang belum mendapatkan izin dari OJK, tetapi telah beroperasi.

    "Dari 22 kegiatan usaha gadai swasta ilegal tersebut, sebanyak 13 berdomisili di Jawa Tengah dan sembilan berdomisili di Sumatra Utara," kata Tongam.

    Sebelumnya, kata Tongam, sesuai POJK 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian, pada September ditemukan 30 entitas gadai ilegal sehingga saat ini jumlahnya mencapai 52 entitas gadai ilegal.

    "Tidak menutup kemungkinan akan banyak lagi entitas gadai ilegal yang akan ditemukan Satgas Waspada Investasi melalui pengaduan masyarakat," katanya.

    Satgas, kata Tongam, juga telah menghentikan 27 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

    "Penawaran kegiatan ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar," katanya.

    Adapun dari 27 entitas tanpa izin tersebut, 11 ialah trading forex, delapan investasi cryptocurrency, dua multilevel marketing, satu travel umrah, dan lima investasi lainnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id