Ikan Sidat Indonesia Laku di Jepang

    Ilham wibowo - 16 Januari 2020 19:22 WIB
    Ikan Sidat Indonesia Laku di Jepang
    Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)
    Jakarta: Kinerja ekspor peroduk olahan ikan dari produsen di Banyuwangi, Jawa Timur diproyeksikan bisa terus meningkat. Peminatnya cukup banyak seperti olahan ikan sidat atau unagi yang banyak dikonsumsi masyarakat Jepang.

    Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Perdana mengatakan ekspor produk olahan ikan sidat ini tidak lepas dari dikenalnya Banyuwangi sebagai daerah penghasil ikan sidat dengan kualitas terbaik di Indonesia.

    "Banyuwangi juga telah dijadikan proyek percontohan taman teknologi pelatihan budidaya sidat dan sebagai inkubator sidat pertama di Indonesia oleh pemerintah,” jelas Wisnu melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2020.

    Menurut Wisnu, ekspor produk perikanan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk mengekspor produk-produk yang bernilai tambah. Hal ini tentu diharapkan dapat mengurangi defisit perdagangan serta mendukung target ekspor yang telah ditetapkan pemerintah.

    “Saat ini ekspor Indonesia masih ditopang komoditas primer. Untuk itu, perlu dilakukan transformasi ke industri manufaktur yang memiliki nilai tambah," ujarnya.

    Selain memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), industri manufaktur memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja. Peningkatan kinerja pun mesti dilakukan agar berdampak pada berkurangnya angka pengangguran.

    Wisnu bersama Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur telah menyaksikan ekspor produk PT JAPFA di Jatim dan secara serentak di dua lokasi lainnya.

    Produk yang diekspor yakni produk olahan ikan sidat dan pakan udang dari Banyuwangi ke Jepang dan Timor Leste, fillet/loin tilapia dari Medan ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia dari Cirebon ke Filipina. Nilai total ekspor tersebut sebesar Rp13,3 miliar.

    Wisnu menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi perkembangan positif yang terjadi di Banyuwangi dalam mendorong peningkatan ekspor. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PT JAPFA sebagai perusahaan nasional yang selalu mendukung program pemerintah dengan meningkatkan volume ekspor produk hasil peternakan dan perikanan nasional serta menambah devisa negara.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id