Mati Listrik Bikin MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta

    Ilham wibowo - 06 Agustus 2019 16:49 WIB
    Mati Listrik Bikin MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta
    Illustrasi. AFP/Bay Ismoyo.
    Jakarta: Layanan MRT Jakarta terkena dampak gangguan pasokan listrik PLN pukul 11:50 hingga pukul 20:00 WIB pada 4 Agustus 2019. Nilai kerugian finansial fasilitas transportasi umum ini mencapai Rp507 juta.

    Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pengguna. Meski telah beroperasi normal kembali dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga stasiun Bundaran HI sejak 5 Agustus 2019, dampak kerugian dirasakan baik dari aspek reputasi, moril dan finansial bagi MRT Jakarta dan bagi para penggunanya.

    "Khusus terkait kerugian pendapatan finansial yang ditimbulkan akibat terputusnya pasokan listrik dari PLN ke MRT Jakarta diperkirakan mencapai Rp507 juta per 4 Agustus 2019, yang berkaitan dengan potensi kehilangan penumpang mencapai 52.898 orang pada hari tersebut," kata Kamaluddin melalui keterangan tertulis, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Kerugian tersebut belum termasuk berbagai kerugian moril dan materil yang diderita oleh penumpang dan publik yang menggantungkan perjalanannya kepada MRT Jakarta. Sebagai dampak tidak langsung pada Senin kemarin, terjadi penurunan 16,43 persen penumpang dalam satu hari tersebut yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi.

    "Diharapkan penurunan ini bersifat sementara, dan diharapkan gangguan listrik seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya," ujarnya.

    PT MRT Jakarta saat ini telah menyempurnakan kembali SOP evakuasi keadaan darurat untuk mengantisipasi situasi pemadaman listrik oleh PLN dan memastikan evakuasi berjalan dengan lancar dan aman. Pihaknya juga senantiasa menempatkan aspek kehandalan, keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Kamaluddin memaparkan kronologi padam listrik MRT berawal dari terputusnya pasokan listrik untuk dua jalur pasokan listrik MRT yang bersumber dari dua subsistem 150kV PLN yang berbeda melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah dan Gardu Induk PLN CSW. Ketika kedua subsistem tersebut mengalami failure yang menyebabkan gangguan pasokan listrik untuk menggerakkan kereta Ratangga MRT Jakarta dikarenakan belum tersedianya subsistem ketiga.

    "PT MRT Jakarta saat ini menggunakan pasokan listrik dari PLN dengan kontrak Layanan Premium, MRT Jakarta sangat menyesalkan terputusnya pasokan listrik dari PLN dan membutuhkan tindak lanjut PLN untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik dan secara serius mencegah kejadian serupa terjadi kembali," ungkapnya.

    PLN, lanjut dia, telah berkomitmen untuk mendukung kehandalan pasokan listrik ke sistem MRT Jakarta dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga. Sesuai desain awal, MRT Jakarta juga memiliki sistem pembangkit cadangan atau generator set yang hanya memberikan pasokan listrik untuk kebutuhan keselamatan dan evakuasi di fasilitas stasiun dan di terowongan.

    "Kapasitas back up power MRT Jakarta tersebut sudah cukup dan berfungsi dengan baik pada saat pasokan listrik terputus, oleh karenanya evakuasi dapat dilakukan dengan aman," paparnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id