KAI Prediksi Angkutan Natal dan Tahun Baru Capai 5,9 Juta Penumpang

    Gonti Hadi Wibowo - 26 November 2019 13:00 WIB
    KAI Prediksi Angkutan Natal dan Tahun Baru Capai 5,9 Juta Penumpang
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi.
    Palembang: PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi kenaikan jumlah penumpang kereta api pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 mencapai 5,9 juta orang. Masa angkutan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

    "KAI memperkirakan 22-29 Desember 2019 sebagai tanggal favorit masyarakat menggunakan jasa kereta api," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Selasa, 26 November 2019.

    Edi mengatakan tiket KA jarak jauh reguler pada masa angkutan akhir tahun dapat dibeli mulai 19 November 2019 atau H-30 keberangkatan di seluruh kanal resmi penjualan tiket kereta api. Sedangkan untuk KA Lokal, tiket dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan.

    Mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa angkutan Natal dan Tahun Baru, KAI menambah petugas penilik jalan (PPJ), penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan petugas posko daerah rawan.

    "Petugas disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatra untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA," ujarnya.

    Selain itu, KAI juga menyiapkan personel keamanan baik internal maupun eksternal untuk menciptakan rasa aman para calon penumpang. Pengamanan akan dilakukan di dalam rangkaian kereta, stasiun, maupun patroli di jalur KA dan objek penting lainnya.

    "Guna membantu kelancaran pelayanan penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, cuti tahunan pegawai KAI ditangguhkan," jelasnya.

    Sementara itu Manager Humas Divisi Regional III Palembang Aida Suryanti menambahkan pihaknya menyiapkan 51.723 tempat duduk dengan 2.874 tempat duduk per hari selama masa angkutan liburan akhir tahun.

    "Tujuan favorit masyarakat itu masih di Palembang-Lampung dan Palembang-Lubuk Linggau," kata Aida.

    Pihaknya juga telah mempersiapkan alat material untuk siaga, menambah petugas penjaga perlintasan dan petugas daerah rawan, termasuk tenaga flying gang selama 24 jam.

    "Kita juga menyiagakan petugas posko di tempat rawan seperti di jalan Niru-Penimur dan Lahat-Lubuk Linggau," pungkasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id