Rekonsiliasi Politik Peluang Hadapi Perlambatan Ekonomi - Medcom

    Rekonsiliasi Politik Peluang Hadapi Perlambatan Ekonomi

    Annisa ayu artanti - 18 Oktober 2019 17:07 WIB
    Rekonsiliasi Politik Peluang Hadapi Perlambatan Ekonomi
    Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri). Antara/Widodo S. Jusuf.
    Jakarta: Pengamat ekonomi melihat upaya rekonsiliasi pertai-partai oposisi seperti Partai Gerindra dan Partai Demokrat sebagai peluang dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

    Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE), Piter Abdullah Redjalam mengatakan perbaikan hubungan partai-partai politik tersebut bisa membuat pemerintah lebih fokus dalam menjalankan program di tahun-tahun mendatang. Khususnya, dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

    "Kalau fokus di ekonomi, rekonsilliasi politik itu dimasukan sebagai peluang. Karena akan membuat pemerintah bisa fokus," kata Piter saat diskusi Economy Outlook 2020 di Menara BCA, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Merapatnya Partai Gerindra dan Demokrat dinilai bakal menciptakan kedamaian dalam perpolitikan dalam negeri. Meski tubuh partai koalisi gemuk, namun hal itu tidak mengurangi kekuatan Joko Widodo sebagai Kepala Negara. 

    "Apakah membuat abuse of power? Politik itu cair, dia bisa gabung dalam pemerintahan tapi tetap bisa melakukan counter atau kritik. Sistem kita sudah demokrasi," ujar dia.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tidak mempermasalahkan partai-partai non-pengusung masuk ke kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dengan syarat, mereka tak berlaga seperti oposisi di dalam kabinet.

    "Kenapa harus dipermasalahkan? PPP itu cuma memberikan underline (tekankan) saja, kalau masuk dalam pemerintahan jangan berlaku sebagai oposisi," kata Arsul beberapa hari lalu.

    Hal senada disampaikan Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate. Partai Gerindra dan Demokrat boleh bergabung asal mau menjalankan visi dan misi presiden. Mereka jangan membawa visi dan misi sendiri.

    "Jadi kalau mau masuk ya terima visi misi saya (Jokowi). Jangan bawa visi misi baru," kata Plate.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id