Luhut Ingin Indonesia Garap Senjata Nuklir

    Desi Angriani - 04 Februari 2020 20:17 WIB
    Luhut Ingin Indonesia Garap Senjata Nuklir
    Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan Indonesia mulai mengembangkan senjata nuklir. Pasalnya, negara yang menggarap senjata pemusnah massal itu memiliki ekslusifitas tersendiri.

    "Saya juga sebagai jendral sudah terpikir itu, pengin juga punya nuclear power. Kalau kami punya nuclear power, baru kau takut," kata Luhut ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Luhut mengungkapkan dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pekan lalu, Indonesia seolah tak dianggap lantaran tidak memiliki senjata pemusnah massal. Seorang jenderal yang hadir dalam pertemuan elit itu hanya mengajak bicara perwakilan Tiongkok, India, dan Korea Utara yang notabene memiliki senjata nuklir.

    "Dalam hati saya, 'sialan ni orang'. Kalau saya bilang sama dia, Eh jenderal saya bilang jenderal saya juga lulusan sekolah di Amerika. You know what Kami negara itu punya semua," ungkap dia.

    Perlakuan tersebut membuat mantan Kepala Staf Presiden ini mengutarakan keinginan Indonesia untuk memiliki senjata itu. Namun niat tersebut terhalang oleh prioritas Presiden Joko Widodo yang mengedepankan kemakmuran masyarakat Indonesia.

    "Tapi presiden Joko widodo masih berbicara masalah prosperity. Tapi satu ketika  mungkin kami timbang timbang juga punya nuklir supaya tidak ribut-ribut saja kalian itu. Dia setelah selesai langsung datang pada saya 'Pak Jenderal, don't ever think about that. Dalam hati saya kau suka-suka mu saja," ungkapnya.

    Luhut menyadari selama ini negara pemilik senjata nuklir kerap menjadi pemicu konflik di dunia. Dibalik niatan tersebut, ia hanya ingin Indonesia lebih dipandang di mata dunia.

    "Sebenarnya yang bikin negara dunia ini kacau ini siapa sih. Kan negara-negara yang punya nuclear power," pungkas dia.

    Senjata nuklir pertama yang berdampak pada publik adalah bom atom milik Amerika Serikat, yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

    Kedua bom atom tersebut masing-masing membunuh 130 ribu orang dan 74 ribu orang, hingga akhirnya Jepang menyerah.

    Adapun beberapa negara yang menyimpan senjata nuklir untuk kepentingan perang antara lain; Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Israel, dan Tiongkok. Daya rusak dan ledaknya diperkirakan lebih maksimal dibandingkan bom atom keluaran perang dunia kedua itu.

     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id