Daftar Impor Pangan yang Disetop dari Tiongkok

    Desi Angriani - 04 Februari 2020 14:09 WIB
    Daftar Impor Pangan yang Disetop dari Tiongkok
    Kadin gelar bazar bawang putih. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: Pemerintah memberhentikan sementara impor pangan dari Tiongkok seiring penyebaran virus korona di berbagai negara. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan hari ini demi mencegah masuknya virus melalui komoditas yang mungkin terpapar.

    Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengungkapkan daftar komoditas pangan yang disetop dari Tiongkok, yakni kelompok sayuran dan buah-buahan seperti bawang putih, bawang bombai, pir, apel, dan jeruk.

    "Yang banyak bawang putih sama bawang bombai. Terus buah pir, apel dan jeruk," katanya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Menurutnya komoditas pangan memang belum terkonfirmasi sebagai medium penyalur virus korona. Namun, pemerintah tak ingin kecolongan lantaran Indonesia masih bebas dari daftar 23 negara yang terjangkit virus korona.

    "Tapi kita enggak boleh abai, tetap harus hati-hati, Prinsip kehati-hatian itu penting sekali. Jangan sampai ada di 23 negara yang sudah terpapar," ungkapnya.

    Lebih lanjut, impor pangan dari Tiongkok selama ini diperuntukkan bagi konsumsi dalam negeri dan bahan baku industri. Kekurangan stok akibat penyetopan impor ari negara tirai bambu itu akan dipenuhi dari produksi dalam negeri maupun negara lain.

    Misalnya, impor bawang putih dan bawang bombai dapat dilakukan dari India, Mesir, Iran, New Zealand, dan Australia. Di sisi lain, sejumlah wilayah di Indonesia mulai meningkatkan produksinya seperti Temanggung, Tegal, Brebes, Pasuruan, Malang,

    "Ada tempat lain yang memproduksi bawang putih seperti India, Mesir, dari Iran itu juga menghasilkan bawang. Buah-buahan juga bisa diimpor dari negara lain," tambah dia.

    Terkait berapa lama moratorium impor diberlakukan, Anton menyebut hal itu bergantung pada situasi dan perkembangan virus korona berdasarkan ketetapan World Health Organization (WHO).

    "Kita harus menjaga, enggak hanya masalah harga tapi menjaga kesehatan masyarakat secara umum. Enggak main-main ini," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id