Sri Mulyani Ubah Penyaluran Dana BOS Reguler Jadi 3 Kali

    Eko Nordiansyah - 10 Februari 2020 17:25 WIB
    Sri Mulyani Ubah Penyaluran Dana BOS Reguler Jadi 3 Kali
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengubah penyaluran dana BOS mulai tahun ini. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengubah penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) mulai tahun ini. Jika sebelumnya penyaluran BOS dilakukan sebanyak empat kali, mulai tahun ini skema penyalurannya menjadi hanya tiga kali.

    Sri Mulyani menjelaskan skema penyaluran BOS ditetapkan sebesar 30 persen untuk tahap I, 40 persen di tahap II, dan 30 persen sisanya pada tahap III. Adapun alokasi dana BOS tahun ini sebesar Rp54,32 triliun atau naik 6,03 persen dari tahun lalu untuk 45,5 juta siswa.

    "Dana BOS dihitung berdasarkan per kepala siswa di tiap sekolah, alokasi per sekolah," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.

    Meski begitu, skema yang diubah hanya untuk BOS reguler. Sementara untuk BOS kinerja untuk sekolah berkinerja baik dan BOS afirmasi untuk daerah tertinggal, transmigrasi, dan terluar tidak berubah atau tetap dilakukan sesuai skema yang selama ini berjalan.

    "Jadi perubahan mekansime hanya untuk BOS reguler. Di mana kalau kita lihat, jumah anggaran BOS makin besar. Ini untuk seluruh sekolah di Indonesia terutama negeri dan swasta yang juga terima BOS. Jadi BOS ini masuk ke hampir sekolah di Republik Indonesia," jelas dia.

    Untuk penyaluran BOS tahap I akan dilakukan pada Januari, tahap II paling lambat di April, dan tahap III paling lambat di September. Sedangkan BOS kinerja maupun BOS afirmasi akan dicairkan sekaligus sebesar 100 persen paling cepat pada April.

    Selain perubahan skema, pemerintah juga menetapkan kenaikan dana BOS yang diterima. Bagi siswa Sekolah Dasar (SD) R900 ribu per siswa, dari sebelumnya Rp800 ribu per siswa. Hal ini karena jumlah peserta didik yang menurun tahun ini dari 25,56 juta siswa menjadi 25,18 juta.

    Sementara bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dananya menjadi Rp1,1 juta per siswa dari Rp1 juta per siswa. Bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) naik dari Rp1,4 juta per siswa menjadi Rp1,5 juta per siswa. Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tetap Rp1,6 juta per siswa, dan pendidikan khusus Rp2 juta per siswa.

    "Dengan tiga kali berarti akan jauh lebih sederhana dan ini syarat-syarat pencairannya mengikuti Kemendikbud. Ini yang akan berubah banyak di BOS reguler. Tujuannya mendorong dan mendukung program merdeka belajar," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id