Asuransi Jasindo Terapkan Pola Bisnis Berorientasi Konsumen

    Husen Miftahudin - 23 November 2019 02:55 WIB
    Asuransi Jasindo Terapkan Pola Bisnis Berorientasi Konsumen
    Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo melakukan perluasan pangsa pasar dengan pola bisnis baru. Pola bisnis anyar yang diterapkan dari product oriented (berorientasi produk) menjadi customer oriented (berorientasi kepada konsumen). 

    "Ini berarti juga mengubah struktur organisasi yang selama ini ada di Asuransi Jasindo. Diharapkan dengan pola ini Asuransi Jasindo dapat memimpin pasar dengan hasil yang maksimal pada tahun ke depannya," kata Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi di Jakarta, Jumat, 22 November 2019. 

    Didit menjelaskan, perubahan pola bisnis baru ini tidak serta merta mengubah pangsa pasar perusahaan yang selama ini dengan korporasi-korporasi. Namun, dengan pola ini diharapkan perusahaan yang memercayakan asuransinya kepada Jasindo juga akan melirik layanan asuransi lain yang dimiliki Jasindo.

    "Kami juga akan menyasar dan meningkatkan agresivitas untuk mendapatkan value chain dari setiap bisnis korporasi yang sudah ada tersebut. Di sisi lain kita juga perlahan akan terus meningkatkan penetrasi kita di segmen ritel karena ke depannya Asuransi Jasindo tidak hanya ingin bertumpu pada bisnis korporasi, tetapi jangka panjang segmen ritel memiliki potensi yang sangat besar untuk diwujudkan," ungkap dia.

    Pada tahun depan, Jasindo berencana memasarkan produk baru antara lain cyber insurance, produk segmen milenial, serta produk bidang pertanian asuransi kopi dan bawang. "Di bidang peternakan asuransi kambing atau domba dan di bidang kesehatan, Asuransi Kesehatan Individu," papar Didit.

    Menurutnya, perluasan pangsa pasar ini tidak dilakukan Jasindo sendiri. Perusahaan akan menggandeng perusahaan financial technology (fintech) untuk mendukung penetrasi ke masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas.

    "Perkembangan jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology menjadi potential market bagi industri asuransi. Fintech bisa dijadikan suatu pemecah es (ice breaker) yang signifikan bagi industri asuransi untuk menembus masyarakat hingga ke lapisan yang paling bawah. Selain itu fintech dapat menjadi suatu hantaran asuransi untuk maju dikarenakan fintech memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan memiliki basis data yang besar," ucap Didit.

    Bagi Jasindo, sambung dia, kolaborasi dengan perusahaan fintech merupakan potensi yang besar lantaran adanya generasi milenial yang erat berkaitan dengan digitalisasi yang mulai mendominasi pasar sekarang ini.

    "Pemanfaatan fintech juga bisa meningkatkan efisiensi perusahaan asuransi, baik belanja modal, infrastruktur, maupun biaya operasional lainnya," tutup Didit.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id