Penyebab Pemudik dengan Moda Pesawat Turun

    Nia Deviyana - 14 Juni 2019 12:54 WIB
    Penyebab Pemudik dengan Moda Pesawat Turun
    Gedung Kementerian Perhubungan (Foto: Setkab)
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis data jumlah pemudik angkutan Lebaran 2019. Data menunjukkan jumlah total penumpang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 18.343.021. Jumlah ini menurun sebanyak 2,42 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Namun, penurunan jumlah pemudik hanya terjadi pada moda angkutan udara yaitu sebanyak 27,37 persen dengan total 3.522.585. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menerangkan penurunan pemudik yang menggunakan moda udara salah satunya dipengaruhi faktor peralihan dari moda udara ke matra laut dan darat.
    "Berdasarkan analisis Litbang, untuk Pulau Jawa karena ada peralihan moda dari udara ke matra lain. Karena transportasi darat di Jawa sudah baik. Begitu juga dengan adanya mudik gratis yang signifikan menggunaka matra laut," ujarnya usai upacara penutupan posko mudik di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.

    Selain itu, Polana membenarkan adanya faktor psikologis di mana orang yang biasa menggunakan moda udara menganggap harga tiket pesawat masih mahal. Padahal, kata Polana, harga tiket pesawat pada Lebaran tahun ini cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga pada periode yang sama tahun lalu.

    Utamanya sejak diberlakukannya PM 106/2019 terkait penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 14-16 persen. "Sebagai contoh untuk Jakarta-Surabaya perubahan tiket tertinggi rata-rata minus 7,8 persen. Untuk Jakarta-Medan penurunan minus lima persen secara rata-rata pada semua airline," terangnya.

    Polana membandingkan untuk pembelian tiket sebelum pemberlakuan PM 106/2019, harga tiket terendah yang dijual pada masa Lebaran 2019 meningkat antara 16,0 persen hingga 79,5 persen (dengan kenaikan rata-rata sebesar 34,2 persen hingga 60,7 persen). Ini jika dibandingkan dengan harga tiket terendah pada masa Lebaran 2018.

    Peningkatan harga tiket terendah, jelas Polana, menjadi hal utama dalam perbandingan harga tiket penerbangan. Sebab, harga tiket terendah merupakan indikator keterjangkauan segmen pasar tertentu dalam mendapatkan pelayanan jasa angkutan udara.

    Peralihan Moda Transportasi Mudik

    Dengan menurunnya jumlah penumpang pesawat udara, Litbang Kemenhub melihat adanya peralihan penumpang ke moda lain seperti moda angkutan jalan, moda penyeberangan, moda kereta api dan moda laut.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Litbang Kemenhub), Sugihardjo, pada kesempatan yang sama menjabarkan, peralihan pergerakan jalan tol sampai dengan H+6 mengalami peningkatan sebesar 5,44 persen.

    Animo masyarakat untuk menggunakan Jalan Tol Trans Jawa cukup tinggi. Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah arus mudik dan balik yang melalui GT Cikampek Utama yang meningkat 16,01 persen (153.102 kendaraan) dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

    Jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor menurun sebanyak 12,75 persen. Kondisi ini berdampak positif pada menurunnya angka kecelakaan. Selanjutnya, program mudik gratis angkutan Lebaran 2019 meningkat cukup signifikan.

    Jumlah penumpang yang diangkut sebesar 511.413 penumpang atau naik 68,54 persen jika dibandingkan program mudik gratis 2018 yang mengangkut sebanyak 303.429 penumpang. Moda digunakan cukup beragam mulai dari bus, kereta api, kapal penyeberangan, kapal laut dan pesawat udara.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id