Beda Libra dan Bitcoin

    Desi Angriani - 30 Juli 2019 20:10 WIB
    Beda Libra dan Bitcoin
    Ilustrasi. (FOTO: AFP)
    Jakarta: Kehadiran Libra, mata uang digital Facebook menambah jumlah deretan cryptocurrency dunia. Libra disebut-sebut sebagai pesaing terberat Bitcoin, salah satu cryptocurrency yang lebih dulu mendunia.

    Meski keduanya merupakan mata uang digital, struktur Libra dan Bitcoin cukup berbeda. Libra diibaratkan dengan mata uang tradisional versi digital yang nilainya sama dengan dolar AS, euro, yuan, rupiah, dan mata uang lainnya.

    Bisa dibilang Libra dapat digunakan sebagai sistem pembayaran komersil online, baik untuk kebutuhan transaksi mengirim uang hingga belanja di marketplace.

    Sementara Bitcoin belum dicanangkan sebagai sebuah sistem pembayaran komersil. Kebanyakan mata uang virtual ini dijadikan sebagai alat investasi dan gudang penyimpanan nilai layaknya emas.

    Perbedaan berikutnya, Libra lebih stabil lantaran memiliki penjamin aset yakni, Libra Association. Sekumpulan perusahaan finansial, organisasi nirlaba, dan perusahaan dagang inilah yang mengatur pasokan aset yang beredar di tengah masyarakat. Mereka antara lain, Facebook, Mastercard, PayPal, eBay, dan perusahaan mata uang kripto Coinbase.

    Sebaliknya, Bitcoin fluktuatif atau dapat dimainkan secara liar lantaran tidak adanya penjamin aset alias tidak bergantung pada satu lembaga atau mata uang tertentu. Ketersediaannya juga terbatas atau tidak ada pembaruan atau penambahan.

    "Bedanya Libra stabil atau enggak fluktuatif seperti Bitcoin. Dia bisa stabil karena di-backing sama aset-aset lain, jadi harganya sesuai aset-aset itu," ujar Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia Steven Suhadi saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

    Lebih lanjut, transaksi di Libra maupun Bitcoin sama-sama tercatat di dunia maya melalui teknologi blockchain. Namun bedanya, Libra memanfaatkan teknologi blockchain sendiri dengan sistem tertutup sedangkan jaringan blockchain Bitcoin bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki komputer.

    "Dia secara beda dan kebetulan pakai mata uang digital dan blockchain, hanya strukturnya beda," imbuh dia.

    Adapun Libra akan menyasar negara berkembang yang kurang memiliki akses ke sistem perbankan tradisional. Teknologi untuk bertransaksi dengan Libra akan tersedia dalam aplikasi khusus.

    Pengguna Libra bisa menyimpannya dalam dompet digital bernama Calibra. Transaksi itu juga bisa dilakukan via WhatsApp dan Facebook Messenger.

     

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id