Trik Erick Thohir Membenahi BUMN

    Candra Yuri Nuralam - 17 Desember 2019 09:32 WIB
    Trik Erick Thohir Membenahi BUMN
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Nova Wahyudi/Antara
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membenahi seluruh BUMN. Salah satunya memastikan anggaran digunakan tepat sasaran.

    Erick mencontohkan biaya pelatihan pegawai. Dia tak ingin pegawai hanya dibekali membuat makalah dengan biaya yang besar.

    "Saya maunya budget training ini untuk men-training soft skill dalam jumlah yang cukup (dan) dalam waktu singkat, misalnya bahasa Inggris," kata Erick dalam program Opsi Metro TV, Jakarta, Senin malam, 16 Desember 2019.

    Erick mengatakan perusahaan BUMN sudah sering menggunakan anggaran pelatihan pegawai. Namun, tidak ada hasil yang terlihat.

    Dia ingin kebiasaan ini diubah. BUMN harus menggunakan anggaran untuk memperbaiki keterampilan 400 karyawannya.

    Dia juga tak mau BUMN membeli lahan hanya untuk membangun gedung arsip. Anggaran tersebut, kata dia, lebih baik digunakan untuk mempercantik gedung-gedung perusahaan BUMN.

    "Saya rasa bukan benar atau salah. Tapi era sekarang ini sudah iCloud, lebih baik dananya digunakan untuk renovasi tempat kerja tim BUMN untuk menjadi creative work," ujar Erick.

    Menurut dia, perusahaan negara tidak boleh ketinggalan dari swasta. Karyawan BUMN harus didukung dengan fasilitas yang baik untuk berkreativitas. Sehingga, mereka bisa unggul dalam persaingan.

    "Fasilitas gedung juga kita perbaiki seperti tempat makan bersama ada juga tempat fitness bersama, ini belum maksimal," tutur Erick.

    Setiap karyawan BUMN juga harus saling kenal. Dia ingin kantor BUMN hanya mempunyai satu tempat pertemuan yang wajib digunakan seluruh direksi.

    "Saya enggak mau lagi di masing-masing lantai ada ruang meeting, saya mau dua lantai semua ruang meeting. Semua tim BUMN bergerak ke ruang meeting itu jangan sendiri-sendiri dan tidak saling kenal," kata dia.

    Erick juga ingin membuat karyawan BUMN siap menghadapi era industri 4.0. Seluruh karyawan harus siap digantikan kecerdasan buatan atau robot. Namun, dia memastikan tak akan ada pemecatan massal. 

    "Kita lebih baik menyiapkan mereka untuk lebih efisien, jika ada peralihan teknologi mereka siap, yang sebagian lagi kita salurkan ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan mereka," tutur Erick.

    Konsep ini sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan jajarannya. Dia mengeklaim konsepnya ini sudah mendapat dukungan untuk diaplikasikan pada 2020.

    "Tidak hanya Presiden tapi Setneg (Pratikno), Menhumkam (Yasonna Laoly), (Menkeu) Sri Mulyani, Menpan RB (Tjahjo Kumolo) mendukung pergantian struktur dengan cepat, bahkan saya dapat sampai tiga minggu," kata Erick.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id