BTN Bidik Pertumbuhan DPK Kanwil 3 Tembus Rp22 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 07 November 2019 20:37 WIB
    BTN Bidik Pertumbuhan DPK Kanwil 3 Tembus Rp22 Triliun
    Direktur Network & Distribution BTN Dasuki Amsir. Foto: dok BTN.
    Surabaya: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbenah meningkatkan kinerjanya dengan mengembangkan proses bisnis dan perbaikan infrastruktur dari kantor cabang. BTN pun merelokasi kantor wilayah tiga ke Gedung Graha Sudirman di Surabaya, Jawa Timur. Selain merelokasi, BTN juga mengoptimalkan Regional Loan Processing Center di kantor wilayah tiga (Kanwil 3).

    Kanwil 3 membawahi 17 kantor cabang (14 Kantor Cabang Konvensional dan tiga KC Syariah), 66 kantor cabang pembantu (56 kantor cabang pembantu konvensional & 10 kantor cabang pembantu syariah), 56 kantor kas (kantor kas konvensional dan satu kantor kas syariah), dan 11 payment point (delapan payment point konvensional & tiga payment point syariah).

    "Pengembangan bisnis perbankan di cakupan Kanwil 3 sangat potensial karena berada di kawasan wisata yang terus menggeliat seperti di Banyuwangi, Malang, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, apalagi bisnis wisata tetap tumbuh positif meski pertumbuhan ekonomi cenderung melambat, sehingga kami harapkan dengan infrastruktur Kanwil 3 yang baru dan didukung oleh proses bisnis yang lebih baik potensi tadi dapat digali untuk meningkatkan kinerjanya," kata Direktur Network & Distribution BTN Dasuki Amsir di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 7 November 2019.

    Kinerja Kanwil 3 saat ini bertumpu pada Provinsi Jawa Timur karena setidaknya lebih dari 50 persen outlet yang dikelola Kanwil 3 BTN berlokasi di Jawa Timur seperti di Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Malang, Gresik, Kediri, Jember, Mojokerto, Bangkalan, Madiun, dan lain sebagainya. Dengan demikian, kinerja Kanwil 3 sangat dipengaruhi dinamika ekonomi Jawa Timur.

    "Pertumbuhan ekonomi di Jatim pada kuartal III-2019 tumbuh 5,32 persen (year on year), agak melambat, namun BPS juga mencatat bahwa lapangan usaha real estate yang menjadi segmen penyaluran Kredit Pemilikan Rumah atau KPR masih berdenyut dengan pertumbuhan laju pertumbuhan 6,95 persen (year on year) artinya permintaan hunian masih tinggi dan ini yang menjadi ladang bisnis BTN," kata Dasuki.

    Meski bisnis real estate masih positif, Kantor Wilayah 3 BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK dari outlet yang dinaunginya di angka yang moderat. Untuk kredit, seluruh outlet yang diawasi Kanwil 3 diproyeksi bisa menembus Rp29 triliun di akhir 2019. Sementara DPK diharapkan bisa mencapai Rp22 triliun. Berdasarkan catatan BTN, Kanwil 3 membukukan kredit per September 2019 mencapai sekitar Rp28,2 triliun atau sudah tumbuh sekitar 14,8 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Dasuki menilai pertumbuhan kredit di area Kanwil 3 masih tetap tinggi karena permintaan hunian di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT terus tumbuh. "Tidak sekadar mengejar kredit, kami fokus pada perbaikan kualitas kredit dan proses kredit itu sendiri, sehingga kami akan optimalkan Regional Loan Processing Center yang berada di Kanwil untuk memastikan dokumen kredit dan proses kredit berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance," jelas Dasuki.

    Sementara itu DPK yang berhasil dicatatkan Kanwil 3 baru mencapai sekitar 83 persen dari target yang dipatok. Dasuki optimistis target DPK bisa tercapai dengan serangkaian program Tabungan Berhadiah diantaranya adalah Program Kemilau Emas. Program Kemilau emas berlaku sejak awal November 2019 hingga penghujung Desember 2019.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id