Kasus Kampung Kurma Merusak Citra Pasar Modal

    Nia Deviyana - 27 November 2019 17:22 WIB
     Kasus Kampung Kurma Merusak Citra Pasar Modal
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.
    Depok: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan negara harus menjaga kredibilitas pasar modal agar investor mau menanamkan modalnya di Indonesia. Beberapa penemuan investasi bodong dikhawatirkan dapat merusak citra pasar Indonesia jika dibiarkan dan ditindak secara tegas. Salah satunya, investasi bisnis syariah Kampung Kurma di Bogor, Jawa Barat yang ternyata bodong.

    "Kita harus menjaga capital market, karena kalau tidak, ada nila setitik rusak susu sebelangga. Contohnya investasi kampung kurma, hal-hal kayak gitu menimbulkan stigma terhadap keseluruhan capital market," ujar menteri yang akrab disapa Ani itu saat mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu, 27 November 2019.

    Pada kesempatan yang sama Ani meminta masyarakat tidak terkecoh dan asal dalam menanamkan uangnya. Dia menyarankan untuk memilih investasi aman yang diatur dan dilindungi regulator.

    "Misal dalam bentuk saham, obligasi, atau corporate bond itu tidak akan ditipu, dan kalau memang ditipu ada enforcement (tindakan penegakan hukum) yang jelas," tuturnya.

    Sebelumnya, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan investasi perkebunan ilegal Kampung Kurma karena diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi menipu masyarakat lantaran menawarkan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.

    Skema bisnis Kampung Kurma menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema satu unit lahan seluas 400m2-500m2. Lahan tersebut ditanami lima pohon kurma dan akan menghasilkan Rp175 juta per tahun. Pohon kurma diprediksi mulai berbuah pada usia 4-10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90-100 tahun.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id