Eximbank Dorong UKM Jajaki Pasar Global

    Eko Nordiansyah - 10 Mei 2019 09:44 WIB
    Eximbank Dorong UKM Jajaki Pasar Global
    Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly (dua dari kiri) (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menjajaki pasar ekspor. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, peluang bagi para pelaku UKM memasarkan produknya hingga ke luar negeri cukup terbuka.

    Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengatakan sejak tahun lalu LPEI memiliki program pendampingan bagi UKM guna merambah pasar global. Salah satunya adalah fasilitas kerja sama UKM dengan marketplace global seperti e-Bay, Amazon, hingga Alibaba.

    "Jadi ada platform pelatihan dan pendampingan untuk mereka bisa masuk ke marketplace. E-commerce kan banyak masuk ke Indonesia tapi gelombang UKM kita yang (memasarkan produknya) ke luar kurang. Tahun lalu sudah kita mulai," kata Sinthya, di Kantor Pusat LPEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.

    Dirinya menambahkan, LPEI memberikan pelatihan untuk bagaimana langkah-langkah UKM menjadi eksportir. Mulai dari pengurusan perizinan, membuat produksi yang baik, packaging, logistik, hingga fasilitasi persyaratan agar UKM bisa masuk ke pasar marketplace.

    "Tantangannya adalah untuk kita menjadi eksportir perlu ada biaya yang kompetitif. Kalau yang sangat mikro mereka enggak membutuhkan pembiayaan yang besar. Setelah dapat pesanan baru mereka butuh modal kerja. Yang mereka perlu sebenarnya pendampingan," ungkapnya.

    Saat ini baru 15 persen pembiayaan ekspor bagi UKM yang diberikan LPEI dari total keseluruhan pembiayaan. Namun, Sinthya menjelaskan, LPEI bisa memberikan pembiayaan bagi usaha mikro, menengah atau komersial mencapai Rp200 miliar, hanya saja dengan syarat annual sales Rp500 miliar.

    Hingga Maret 2019, LPEI telah menyalurkan pembiayaan bagi para eksportir sebesar Rp103,38 triliun atau meningkat 1,45 persen secara tahunan (yoy). Tahun ini LPEI hanya menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar dua persen dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp109,15 triliun.

    Rendahnya target pembiayaan LPEI tak lepas dari kinerja ekspor nasional yang belum membaik. Hal ini dipengaruhi oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Meskipun ada peluang Indonesia mengambil manfaat dari perang dagang kedua negara.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id