• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 12 NOV 2018 - RP 50.937.259.118

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menaker: Angka Pengangguran Turun Sesuai Harapan

Gervin Nathaniel Purba - 08 November 2018 23:08 wib
Menaker Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)
Menaker Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)

Jakarta: Tingkat pengangguran terbuka (TPT) selama empat tahun terakhir mengalami penurunan. Turunnya tingkat pengangguran tersebut tercatat sebagai yang terendah selama masa pemerintahan Jokowi-JK.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, angka pengangguran terbuka sekitar 6,18 persen, menurun setahun berikutnya menjadi 5,61 persen. Pada 2017 kembali merosot menjadi 5,50 persen. Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka kembali turun menjadi 5,34 persen

"Bicara masalah pengangguran, harus dikatakan capaian pemerintah saat ini bahwa angka pengangguran turun sesuai yang kita harapkan,“ ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, saat menjadi pembicara pada Press Conference Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema Pengurangan Pengangguran di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Secara keseluruhan, trennya positif. Namun Hanif memastikan perluasan kesempatan kerja harus terus dilakukan di perkotaan dan pedesaan. Sebab, pertumbuhan industri manufaktur, pariwisata, makanan, dan minuman juga berkontribusi terhadap penyerapan lapangan kerja.

"Tren dari semua basis pendidikan, TPT alami penurunan. Ini artinya positif. Saya ingin lihat dari sisi ini agar kita optimistis melihat bangsa ini. Kalau tidak, nanti isinya mengeluh dan komplain. Seolah-olah tidak ada masa depan," ujarnya.

Dari tingkat pendidikan, meski TPT pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selalu paling tinggi kontribusinya, sejak 2015 trennya relatif turun. Pada 2015, TPT pendidikan SMK sebesar 12,65 persen. Pada 2016 merosot menjadi 11,11 persen, turun lagi 11,41 (2017), dan hingga Agustus 2018 sebesar 11,24 persen.

Hanif mengakui banyak problem SDM pada angkatan kerja, termasuk lulusan SMK. Hingga saat ini profil ketenagakerjaan secara keseluruhan pada 2018 masih menantang. Dari 131 juta angkatan kerja, 58 persen masih lulusan SD/SMP.

Hanif menegaskan pihaknya telah melakukan sejumlah terobosan. Pertama, memperbaiki akses dan mutu pendidikan formal, utamanya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Kedua, memperbaiki akses dan mutu vocational training secara massif. Langkah masif diperlukan untuk mengatasi tiga problem tenaga kerja, yakni kualitas, kuantitas dan persebaran tenaga kerja. "Itu kunci masa depan, akses, dan mutu harus diperbaiki," kata Hanif.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat pemagangan dan vocational training yakni kebijakan triple skilling (skilling, upskilling, dan re-skilling). Bagi tenaga kerja yang belum punya keterampilan dapat mengikuti program skilling agar punya keahlian di bidang tertentu. 

Bagi tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan dan membutuhkan peningkatan akan masuk program upskilling. Sedangkan yang ingin beralih keterampilan dapat masuk ke program reskilling.


(ROS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.