Kemenperin Latih Anggota Lapas Produksi Sarung

    Ilham wibowo - 21 Februari 2020 18:49 WIB
    Kemenperin Latih Anggota Lapas Produksi Sarung
    Direktur Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih - - Foto: Medcom/ Rhobi Shani
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan bimbingan teknis pengembangan wirausaha baru IKM Sarung Goyor di Lapas Kelas IIA Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan wirausaha industri baru khususnya di sektor industri kecil dan menengah (IKM) diharapkan bermunculan ketika warga binaan tersebut telah selesai menjalani masa hukumannya.

    "Tujuannya untuk melakukan kegiatan peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan,” kata Gati melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Februari 2020.

    Gati menjelaskan pihaknya melihat potensi dan peluang bisnis yang bisa dihasilkan dari pembuatan sarung Goyor sekaligus mendukung upaya kerja sama antara pihak Lapas dengan IKM Sarung Goyor, khususnya untuk pemanfaatan tenaga kerja dan pemasaran produk barang jadi.

    Sarung Goyor merupakan salah satu produk tenun dari Kabupaten Tegal yang mempunyai kualitas unggulan dan menarik banyak peminat, baik dari dalam maupun luar negeri. Sarung Goyor memiliki karakter kain yang halus dengan motif yang khas karena dibuat secara manual dengan proses penenunan yang rumit.

    Keunggulan itu membuat Sarung Goyor juga memiliki segmen pasar tersendiri, termasuk konsumen yang berasal dari negara Timur Tengah. Hal ini menunjukkan potensi Sarung Goyor yang perlu terus dikembangkan, bahkan ditargetkan bisa menembus pasar ekspor.

    “Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan daya saing produk IKM di dalam negeri,” jelasnya.


    Dalam pelaksanaan bimtek, perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas IIA Slawi dengan IKM Fahaltex juga diinisiasi. Pihak Lapas akan menyediakan tenaga kerja dan fasilitas yang tersedia di dalam Lapas dan IKM Fahaltex akan memberikan fasilitas berupa bahan baku, mesin dan peralatan tenun, serta pemasaran hasil produksi warga binaan Lapas.

    “Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kegiatan kerja warga binaan Lapas,” imbuhnya.

    Kemenperin mencatat industri tenun didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 430 sentra IKM tenun di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kinerja ekspor tenun pada 2019 mencapai USD1,03 juta dengan negara tujuan ekspor antara lain adalah Bangladesh, Belanda, dan Uni Emirat Arab.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id