Tiga Jurus BI Kembangkan Pasar Syariah

    Rizkie Fauzian - 03 Agustus 2019 11:41 WIB
    Tiga Jurus BI Kembangkan Pasar Syariah
    Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)
    Palembang: Ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan baru tidak hanya di negara dengan mayoritas Muslim, tapi juga negara yang bukan mayoritas. Misalnya Tiongkok yang menjadi eksportir baju muslim tertinggi ke Timur Tengah atau Korea yang memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal dunia.

    "Pasar ekonomi syariah kita luas, bahkan 85 persen penduduknya adalah Muslim tapi kita masih impor produk halal. Ini menjadi masalah kita secara nasional dan BI bantu membuka pintu syariah karena pasar syariah kita besar," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, di Palembang, Jumat, 3 Agustus 2019.

    Demi mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, BI akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan ekonomi keuangan syariah di Indonesia. Keuangan syariah bukan hanya perbankan tapi juga mencakup zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf.

    "Perbankan syariah, selama ekonomi syariah berkembang maka akan berkembang juga. Pembiayaan yang bukan komersil, seperti zakat, infaq, itu sangat besar sebagai sumber keuangan baru. Kita sangat komit mendukung ekonomi dan keuangan syariah," jelas Dody.

    BI menyadari bahwa pengembangan keuangan syariah tidak bisa berdiri sendiri dan terlepas dari pengembangan ekonomi syariah. Pengembangan tersebut harus bersifat komprehensif dan end to end, atau dari hulu ke hilir berdasarkan kegiatan ekonomi riil dengan dukungan pembiayaan.

    "Untuk itu BI juga memiliki strategi guna mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, dengan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, meliputi pesantren, UMKM, dan korporasi," ujarnya.

    Selain itu, pendalaman pasar keuangan syariah yang tidak terbatas pada keuangan komersial, namun juga pada sektor zakat, infaq, sadaqoh, dan wakaf, serta upaya integrasi keduanya. Pilar ini diupayakan untuk mengoptimalkan Islamic social finance.

    "Terakhir sosialisasi dan komunikasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat baik melalui jalur formal maupun nonformal," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id