Pemerintah Diminta Perkuat Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian

    Antara - 06 Agustus 2019 11:30 WIB
    Pemerintah Diminta Perkuat Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian
    Ilustrasi (MI/ADAM DWI)
    Jakarta: Pemerintah diminta untuk memperkuat kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu prioritas untuk melesatkan kinerja perekonomian nasional. Dengan memperkuat peran UMKM sebagai punggung perekonomian, diharapkan kondisi makroekonomi Indonesia juga menjadi lebih tahan banting.

    "Tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun-tahun mendatang," kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Menurut Pingkan peningkatan kontribusi UMKM terhadap pendapatan nasional harus terus diupayakan karena sebagai sektor yang berperan dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87 persen angkatan kerja di berbagai daerah di Indonesia.

    "UMKM memiliki posisi penting dalam keberlangsungan perekonomian Indonesia," katanya.

    Ia mengungkapkan berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM kontribusi UMKM pada PDB mencapai 60,34 persen pada 2017. Kontribusi itu, ujar dia, pada dasarnya masih dapat ditingkatkan, mengingat peran UMKM dalam porsi ekspor di Indonesia hanya mencapai 15,7 persen.

    Sedangkan pengalaman pada 1998 dan 2012 membuktikan bahwa UMKM dapat bertahan dari krisis ekonomi, ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai UMKM pada saat-saat krisis. "Kebijakan pro-UMKM yang dapat diberikan dapat terfokus pada bantuan modal dan pemasaran," tuturnya.

    Untuk itu, pemerintah diharapkan menyediakan skema permodalan yang ramah terhadap UMKM. Selama ini, UMKM seringkali sulit mendapatkan modal dari bank karena sulitnya UMKM dalam memenuhi syarat creditworthiness (5C) yang menjadi standar bank dalam memberikan pinjaman.

    Sebelumnya, Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menyatakan apabila omzet usaha mikro kecil dan menengah didorong untuk naik sebesar 30 persen, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen.

    KEIN mengatakan pelaku usaha mikro dan kecil saat ini berkisar 63 juta unit usaha, yang terbagi atas 62 juta pelaku mikro dan 750 ribu orang pelaku usaha kecil. Apabila unit usaha itu didorong untuk naik kelas maka Indonesia akan terlepas dari stagnasi lima persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id