Investasi Bitcoin Diprediksi Meningkat pada 2020

    Ade Hapsari Lestarini - 25 Januari 2020 13:02 WIB
    Investasi Bitcoin Diprediksi Meningkat pada 2020
    Ilustrasi Bitcoin. (FOTO: AFP)
    Jakarta: Bitcoin dinilai menjadi aset investasi yang tangguh di tengah gejolak ekonomi global. Harga bitcoin pun diprediksi makin menanjak pada 2020.

    Direktur Narfex, platform aset digital, Yansen Dinata mengatakan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global akan mendorong lebih banyak investor untuk menukar asetnya ke dalam bitcoin karena telah diakui sebagai penyimpan nilai.

    Yansen menambahkan bitcoin telah menunjukkan tanda sebagai aset yang aman sejak adanya sinyal resesi muncul pada Maret 2019 lalu. Saat pasar ekuitas telah menghadapi tekanan yang signifikan karena kekacauan politik di Inggris seputar Brexit, dan ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

    "Investasi emas juga kian terasa berat, sejak 2013 harga emas tidak naik lagi. Bahkan dalam rentang lima tahun, emas hanya naik sekitar 20 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Januari 2020.
     
    Pada saat yang bersamaan bitcoin telah mengalami kenaikan meteorik sepanjang paruh pertama 2019. Naik tajam dari level kurang dari USD3.000, ke level tertinggi mencapai USD13.800.

    Menurut Market Analyst PlanB, Federal Reserve (Bank Central) tidak akan dapat menolak bitcoin sebagai aset safe-haven, karena di tengah resesi global, korelasinya negatif dengan pasar ekonomi makro.
     
    Selain itu, gejolak yang baru-baru ini terjadi antara AS dan Iran ikut memberi gambaran yang lebih jelas pada Bitcoin. Analis Bloomberg dalam laporannya mengatakan reaksi awal bitcoin terhadap serangan udara AS (3 Januari), adalah ujian yang bagus bagi premis kami, bahwa kripto yang pertama kali matang menuju versi digital emas.

    Kejadian tersebut membuat bitcoin naik dari level terendah dari USD6.960 pada 2 Januari menjadi USD8.440 pada 8 Januari. Menurut Yansen, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi aset digital seperti bitcoin. Nilai bitcoin diprediksi akan semakin meningkat sepanjang 2020.

    "Dengan kejadian-kejadian tersebut dan ketidakpastian global yang terus berjalan, orang-orang mulai menyadari bahwa bitcoin memang aset yang aman. Perlahan banyak yang mulai memindahkan asetnya ke bitcoin, dan di satu sisi terbatasnya pasokan bitcoin serta akan terjadi halving yang akan mengurangi block reward dari 12,5 menjadi 6,25 BTC. Demand yang tinggi serta supply terbatas inilah yang akan menjadi salah satu alasan harga Bitcoin akan semakin melonjak," jelas dia.

    Momentum ini pun dimanfaatkan Narfex dengan rencana peluncuran exchange aset digital dalam waktu dekat ini serta meng-upgrade fitur-fitur pada platformnya. Narfex mengklaim platformnya memiliki teknologi berstandar internasional. Sejak awal berdirinya pada 2017, Narfex telah menghadirkan produk investasi yang didukung oleh teknologi robot, yang memungkinkan pengguna mendapatkan profit hingga 110 persen per tahun.

    Pengguna hanya perlu menginvestasikan aset digitalnya pada jumlah dan waktu tertentu. Robot Narfex secara otomatis akan melakukan trading selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan strategi profitabilitas hybrid trading. Strategi tersebut menggunakan algoritma yang dirancang oleh tim Narfex dan telah dipatenkan pada Januari 2019 lalu.

    "Sebagai platform aset digital baru di Indonesia, kami ingin menjadi platform yang simple, liquid, dan affordable. Dan seperti pesan Presiden Jokowi bahwa milenial harus paham Bitcoin, maka kami juga akan ambil bagian dalam mengedukasi bukan hanya untuk milenial api juga seluruh masyarakat Indonesia mengenai bitcoin dan aset digital lainnya serta teknologi blockchain kedepannya," ujar Yansen.

    Selain itu dia mengapresiasi komitmen Pemerintah di era Presiden Joko Widodo ini dalam menyikapi perkembangan teknologi blockchain yang telah diwujudkan dengan merumuskan regulasi pasar kripto dan melegalkan aset kripto seperti bitcoin di Indonesia untuk dapat diperdagangkan sebagai komoditi di bawah pengawasan Bappebti.

    Yansen optimistis terhadap pertumbuhan pengguna seiring dengan antusiasme yang meningkat terhadap aset digital serta kerja sama yang dilakukan dengan komunitas-komunitas blockchain di Indonesia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id