Kata AAJI tentang Bank Dunia Minta Masalah Bumiputera-Jiwasraya Diselesaikan

    Angga Bratadharma - 12 September 2019 06:24 WIB
    Kata AAJI tentang Bank Dunia Minta Masalah Bumiputera-Jiwasraya Diselesaikan
    Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah). (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)
    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyayangkan sikap Bank Dunia yang tidak melakukan diskusi terlebih dahulu sebelum merilis laporan mengenai rekomendasi dua perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang perlu diselesaikan persoalannya. Sebelumnya, Bank Dunia meminta pemerintah menyelesaikan masalah AJB Bumiputera dan Asuransi Jiwasraya.

    "Terkait (laporan) World Bank kami sesalkan karena World Bank tidak pernah diskusi dengan AAJI. Ada baiknya World Bank diskusi dengan AAJI. Hubungan kami baik sebenarnya. Tapi rekomendasi kepada Presiden tidak melibatkan AAJI. OJK juga tidak dilibatkan," kata Togar, di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

    Togar berpendapat seharusnya Bank Dunia memberikan rekomendasi atas solusi persoalan yang mendera AJB Bumiputera dan Asuransi Jiwasraya, bukan hanya rekomendasi pengawasan semata. Meski demikian, ia meminta semua pihak tidak terlalu khawatir lantaran dua perusahaan asuransi jiwa itu dimiliki pemerintah.

    "World Bank itu kan bukan 'kaleng-kaleng'. Seharusnya mereka memberikan hal yang lebih positif. Kalau pengawasan konglomerasi, konglomerat di Indonesia itu siapa. Kita tidak tahu rekomendasinya arahnya ke mana. Maka baiknya (Bank Dunia) diskusi dengan pihak terkait (AAJI dan OJK). World Bank duduk bersama dan carikan jalan keluarnya," tegas Togar.

    Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menambahkan kasus yang mendera anggota AAJI ini sepatutnya menjadi perhatian bersama. Namun, ia menegaskan, persoalan itu sebenarnya sudah berulang kali menjadi perhatian. Ketika kasus itu dilaporkan Bank Dunia baru lah sudut pandangan penyelesaian masalah yang dihadapi menjadi hal penting.

    Budi tidak memungkiri semakin lama proses penyelesaiannya maka masalah tersebut tidak menjadi kecil melainkan kian membesar. Bahkan, lanjutnya, ia khawatir persoalan tersebut justru meluas dan merembet ke perusahaan asuransi jiwa lainnya lantaran industri asuransi jiwa berpusat pada kepercayaan masyarakat.

    "Kalau perusahaan mulai bermasalah maka prinsipnya diselesaikan tahun ini lebih baik daripada tahun depan. Kami berharap pihak terkait bisa ambil solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Bisnis asuransi itu modal utamanya trust. Ketika ada yang belum jelas penyelesaiannya kami khawatir dalam jangka panjang bias berpengaruh lebih luas," tukasnya.

    Sebelumnya, Bank Dunia meminta Pemerintah Indonesia serius menangani persoalan likuiditas yang mendera dua perusahaan asuransi jiwa nasional, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal tersebut tertuang dalam laporan Bank Dunia bertajuk 'Global Economic Risks and Implications for Indonesia' yang dirilis September 2019.
     
    Dalam laporannya, lembaga internasional itu menilai sistem keuangan Indonesia secara umum tahan terhadap guncangan global. Namun, ada dua bidang yang disebut memerlukan tindakan kebijakan dengan segera.
     
    Pertama, meningkatkan visibilitas risiko dengan menjaga kesehatan dan ketahanan konglomerasi keuangan (industri perbankan, pasar modal, atau industri keuangan non bank). Sedangkan kedua ialah menjaga kredibilitas sistem keuangan dengan mengatasi kelemahan di sektor asuransi.

    Kedua, Bank Dunia beranggapan kasus Bumiputera dan Jiwasraya yang belum dapat memenuhi kewajibannya dalam membayarkan klaim kepada para nasabah menjadi persoalan serius. Maklum, kedua perusahaan asuransi jiwa nasional terbesar itu diperkirakan punya tujuh juta nasabah dengan lebih dari 18 juta polis asuransi.

    "Perusahaan mungkin menjadi tidak likuid dan membutuhkan perhatian segera," imbau Bank Dunia yang dinukil dalam laporannya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id