Cak Imin Lobi Kroasia Bantu Nasib Buruh Sawit Indonesia

    Medcom - 20 November 2019 22:40 WIB
    Cak Imin Lobi Kroasia Bantu Nasib Buruh Sawit Indonesia
    Wakil Ketua DPR sekaligus Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kedua dari kanan), didampingi Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza (kedua dari kiri) saat bertemu Wakil Ketua DPR Kroasia Zeljko Reiner di Zagreb, Kroasia. Foto: Dok/Istimewa
    Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta Wakil Ketua DPR Kroasia Zeljko Reiner membantu melobi partai-partai yang tergabung dalam Parlemen Eropa untuk menolong lebih dari 16 juta buruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

    Hal itu disampaikan Muhaimin dalam sebuah pertemuan menjelang acara European People's Party/EPP (Partai Masyarakat Eropa) pada 19-21 November 2019 di Zagreb, Kroasia. Agenda pertemuan ini fokus membicarakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim.

    "Pak Zeljko sebagai ketua partai Croatian Democratic Union (CDU) akan membantu melobi partai-partai di Parlemen Eropa soal nasib 16 juta buruh sawit Indonesia," ujar Cak Imin sapaan karib Muhaimin, Rabu, 20 November 2019.

    Dalam pertemuan itu, Zeljko didampingi jajaran anggota parlemen dari partai CDU. CDU adalah partai penguasa di negara pecahan Yugoslavia itu.

    "Saya menyampaikan ajakan untuk terus menjalin kerja sama dengan parlemen dan pemerintah Indonesia. Selain itu, secara khusus saya minta Pak Zeljko menjembatani Indonesia dalam mengkomunikasikan kepentingan industri sawit kita dan biofuelnya kepada forum EPP ini (Partai Masyarakat Eropa)," jelas Cak Imin.

    Cak Imin Lobi Kroasia Bantu Nasib Buruh Sawit Indonesia
    Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kedua dari kanan), didampingi Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza (paling kanan), dan Wakil Ketua DPR Kroasia Zeljko Reiner (kedua dari kiri) saat berpose usai berdiskusi soal pelarangan minyak Sawit di Eropa di Zagreb, Kroasia. Foto: Dok/Istimewa

    Ia menambahkan, "Kroasia saat ini menjadi tuan rumah pertemuan partai-partai se-Eropa, dimana kita diundang sebagai salah satu peserta. Sebagai tuan rumah, posisi tawarnya tentu cukup kuat. Jadi saya minta dijembatani ke Uni Eropa. Sekalian kulonuwun, begitu."

    Produk Minyak Kelapa Sawit dan turunannya (biofuel B20) dari Kelapa Sawit Indonesia diboikot Uni Eropa, dalam perundingan dagang IEU-CEPA, yang mencapai putaran ke-8 bulan Juni lalu.

    Pelarangan ini dinilai tidak fair, karena minyak Kelapa Sawit adalah salah satu produk Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan (renewable energy). Cak Imin mengatakan dari program B20 saja di tahun 2018-2019, Indonesia mengirit biaya impor solar sebesar Rp23 triliun. Lalu dengan B30, Indonesia bisa mengirit biaya impor solar sebesar Rp41 triliun.

    "Tahun depan kita sudah mandatory. Uang itu bisa digeser untuk biaya sekolah, menambal
    BPJS dan lain-lain. Makanya saya akan melobi habis-habisan dalam forum pertemuan EPP itu supaya tidak dilarang. Doakan saja," kata dia.



    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id