Menperin Upayakan Surplus Nonmigas Terus Berlanjut

    Ilham wibowo - 18 November 2019 11:29 WIB
    Menperin Upayakan Surplus Nonmigas Terus Berlanjut
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan industri manufaktur masih menjadi kontributor paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Kinerjanya bakal terus didorong dengan memperluas akses pasar.

    Pada periode Oktober 2019, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspornya sebesar USD11,34 miliar atau menyumbang 75,95 persen dari total ekspor nasional yang menembus hingga USD14,93 miliar.

    "Sudah banyak produk manufaktur kita yang kompetitif di kancah global. Oleh karena itu, Kemenperin dan Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi untuk memfasilitasi akses dan kemudahan bagi pelaku industri kita supaya bisa memperluas pasar ekspor," ujar Agus Gumiwang melalui keterangan tertulisnya, Senin, 18 November 2019.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 mengalami surplus sebesar USD161 juta. Angka tersebut berawal dari nilai ekspor mencapai USD14,93 miliar dan impor USD14,77 miliar.

    Kelompok ekspor nonmigas menyumbang hingga 93,8 persen dari total ekspor nasional di bulan ke-10 tahun ini. Sektor ini pun  mencatatkan surplus sebesar USD990,5 juta.

    Berikutnya, sepanjang Januari-Oktober 2019, nilai ekspor dari produk industri pengolahan menembus hingga USD105,1 miliar atau menyumbang 75,56 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD139,1 miliar. Sedangkan, ekspor nonmigas berkontribusi sebesar 92,56 persen terhadap total ekspor nasional pada Januari-Oktober 2019.

    Adapun 10 produk yang berperan besar terhadap capaian nilai ekspor di periode yang sama tersebut, yakni bahan bakar mineral; lemak dan minyak hewan/nabati; mesin/peralatan listrik; kendaraan dan bagiannya; serta besi dan baja. Selanjutnya, perhiasan/permata; karet dan barang dari karet; mesin-mesin/pesawat mekanik; serta pakaian jadi bukan rajutan, serta kertas/karton.

    Mengenai lokasi tujuan utama ekspor Indonesia, Tiongkok tetap sebagai negara yang terbesar nilainya, yaitu mencapai USD21,12 miliar (16,40 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD14,53 miliar (11,29 persen), dan Jepang sebesar USD11,47 miliar (8,91 persen).

    "Pemerintah terus berupaya memperluas akses pasar ekspor untuk industri manufaktur. Misalnya kita perluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional seperti di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika," sebut Menperin.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id